Dipanggil Masuk Timnas, Spasojevic Tak Sabar Nyanyi Indonesia Raya

Hari Rabu, 25 Oktober 2017 kemarin adalah momen paling penting bagi hidup seorang Ilija Spasojevic. Striker kebanggaan Bhayangkara FC yang akrab disapa Spaso itu akhirnya resmi sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Melihat rekam jejak Spaso di sepakbola Indonesia, harapan agar dia memperkuat skuad Timnas Indonesia memang begitu tinggi.

 

Dalam laga pekan ke-32 Liga 1 di stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi pada 27 Oktober 2017, Spaso pun memperlihatkan kepuasannya menjadi WNI. Kala itu Bhayangkara FC berhasil menggulung Persela Lamongan dengan skor 3-1 di mana Spaso berhasil mencetak gol pertama.

 

Usai melesakkan gol itu, Spaso langsung melakukan selebrasi dengan menghormati bendera merah putih. “Saya sangat senang dapat mencetak gol pada laga perdana saya sebagai WNI. Kalian lihat tadi kan? Saya hormat di depan bendera merah putih,” papar Spaso seperti dilansir Kompas. Gol ini menjadi gol ke delapan Spaso sejak bergabung di Bhayangkara FC pada putaran kedua Liga 1 musim 2017.

 

Ingin Nyanyikan Indonesia Raya

 

Perjalanan karier Spaso sebagai pemain sepakbola di Tanah Air bermula pada tahun 2011 silam. Kala itu pria berusia 30 tahun asal Montenegro ini tergabung dalam tim peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Bali Devata. 14 kali tampil dengan Bali Devata, Spaso berhasil mencetak 10 gol. Cuma bergabung satu musim, Spaso pun pindah ke PSM Makassar.

 

Dua musim bersama PSM, Spaso berhasil memberikan 19 gol dari 29 penampilannya. Lanjut pindah ke Mitra Kukar dan Putra Samarinda, Spaso pun mencetak puluhan gol. Dan pada Piala Presiden 2015, Spaso bergabung ke Persib Bandung yang membuatnya menjadi salah satu ujung tombak. Ketika pesepakbolaan Indonesia tengah gonjang-ganjing tahun 2016, Spaso memilih hijrah ke Malaysia dan bergabung 1,5 tahun bersama Melaka United. Di Negeri Jiran Spaso berhasil mencetak 30 gol dalam 35 laga.

 

Hingga akhirnya di putaran kedua Liga 1 musim 2017, Spaso kembali ke Indonesia. Jika ditotal, keseluruhan Spaso bermain di Indonesia dalam kurun waktu enam tahun terakhir, dirinya sudah mencetak 65 gol. Prestasinya itu akhirnya membuat banyak orang menduga jika pelatih Timnas Indonesia senior, Luis Milla, akan memanggil Spaso ke skuad Garuda. Apalagi Timnas dijadwalkan bakal melawan Guyuna (25/11). Bak gayung bersambut, Milla rupanya memanggil lima pemain Bhayangkara FC untuk memperkuat Timnas U-23 dan senior di mana Spaso masuk.

 

Kabar pemanggilan dirinya itu rupanya membuat Spaso senang. “Saya sudah hafal lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Saya akan menyanyikan Indonesia Raya untuk pertama kalinya saat bertanding. “

 

Demi Indonesia, Spaso Tolak Panggilan Montenegro

 

Keinginan besar Spaso untuk menjadi WNI rupanya membuatnya harus menolak panggilan dari  Federasi Sepak Bola Montenegro. Pemanggilan itu terjadi pada tahun 2016, “Mereka bilang bahwa saya masuk rencana timnas Montenegro dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018. Saya jelaskan dengan baik kepada mereka bahwa saya menunggu panggilan Indonesia. Masa depan saya berada di sini dan mereka menerima dengan baik.”

 

Dari penelusuran, Spaso rupanya memang pernah masuk dalam skuad negara pecahan Yugoslavia itu sebelum resmi jadi WNI. Kompas melaporkan jika Spaso pernah menjadi bagian dari timnas Yugoslavia U-17, Serbia Montenegro U-19 dan Montenegro U-21. Timnas Montenegro sendiri gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 karena hanya menempati posisi ketiga Grup C di bawah Polandia dan Denmark.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *