Guillermo del Toro dan Angelina Jolie Tak Senasib di Golden Globes 2018

Ajang Golden Globe yang menjadi pusat perhatian para pecinta film dunia dihelat pada hari Minggu, 7 Januari 2018 kemarin. Pasalnya ada beberapa film, sutradara, aktris dan aktor yang bersenang hati karena berhasil membawa pulang penghargaan. Namun ada beberapa yang tidak. Salah satunya yang berhasil adalah sutradara Guillermo del Toro dan juga Angelina Jolie.

Guillermo del Toro Raih Sutradara Terbaik

Kabar baik datang dari Del Toro yang berhasil meraih piala Golden Globes 2018 setelah berhasil juga menyingkirkan sejumlah nama sutradara besar di dunia misalnya Christoper Nolan dan juga Steven Spielberg. Ini adalah piala pertamanya Del Toro pada ajang Golden Globe.

Del Toro sendiri memenangkan Golden Globe untuk kategori Sutradara Film Terbaik karena ia sudah bekerja keras di film The Shape of Water. Ia mengandaskan empat nominasi lainnya yaitu Christoper Nolan (Dunkirk), Martin McDonagh (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri), Steven Spielberg (The Post), dan Ridley Scott (All The Money in The World).

Sutradara asli Meksiko tersebut mengaku keberhasilannya yang ia raih itu juga berkat pemain-pemain film The Shape of Water yang mana dibintangi oleh Michael Shannon, Sally Hawkins, Doug Jones, dan Richard Jenkisn.

“Saya tak bisa berada di sini jika tak ada para pemain saya yang sangat luar biasa. Terimakasih banyak untuk semuanya,” ungkap Del Toro saat menyampaikan pidato kemenangannya di atas pentas The Beverly Hilton, California, Minggu, 7 Januari 2018 malam waktu setempat.

Kritikus-kritikus film banyak menyebutkan bahwa The Shape of Water adalah film terbaik yang diterlurkan oleh Guillermo del Toro sejak Pan’s Labyrinth yang dirilis pada tahun 2006. The Shape of Water sendiri adalah film dengan genre fantasi poker online dan berlatar belakang di Baltimore pada tahun 1962. Film ini memiliki kisah tentang penjaga bisu yang ada di laboratorium pemerintah dan ia jatuh cinta dengan makluk amfibi. Selain meraih sutradara Terbaik, film ini juga masuk ke dalam 6 nominasi lainnya pada ajang ini.

Angelina Jolie Tak Bawa Pulang Piala

apa yang diraih Del Toro sayangnya tidak dialami oleh Angelina Jolie. Film arahannya, yakni First They Killed My Father sayangnya kandas membawa pulang piala pada kategori Film Terbaik Bahasa Asing. Film yang mana mewakili Kamboja tersebut terpaksa harus kalah dari film besutan Jerman, In The Fade. Bukan hanya film arahannya saja yang kalah, akan tetapi The Square (Perancis/Jerman/Swedia), A Fantastic Woman (Chili) dan juga Loveless (Rusia) dikalahkan oleh In The Fade.

In The Fade sendiri adalah film drama Jerman yang juga memiliki kerjasama denganP Perancis. Film yang berbahasa Jerman ini memiliki kisah soal neo-Nazi.

Selain pada ajang Golden Globe 2018, In The Fade pun mewakili Jerman dalam ajang Academy Awards ke-90. Film ini pasalnya masih melaju bersama-sama dengan delapan film yang lainnya termasuk juga A Fantastic Woman, The Square dan Loveless. Mereka memperebutkan Piala Oscar 2018 yang mana termasuk dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

Sedangkan film garapan Jolie, First They Killed My Father ini bercerita tentang kekacauan yang terjadi di Kamboja ketika dikuasai oleh rezim Khmer Merah saat itu ada kurang lebih 2 juta orang yang meninggal dunia. Jolie pun ikut menulis skenarionya bersama dengan Loung Ung dan menyoroti genoside yang dilakukan oleh Rezim Khmer Merah antara tahun 1975 dan 1979 dengan sudut pandang anak asli Kamboja.

TKI di Hongkong Sebut Angka Diskriminasi Ras, Penganiayaan Fisik dan Seksual Tinggi

Kasus penganiayaan fisik dan seksual nampaknya semakin meningkat saat ini. dan salah satu kasus yang cukup menyedit perhatian khalayak terutama penggiat hak asasi manusia adalah kasus yang dialami oleh Erwiana Sulistyaningsih. Ia adalah tenaga kerja Indonesia yang mana disiksa oleh majikannya di Hong Kong. Akhirnya ia mengajukan dan menuntut ganti rugi atas kasus penganiayaannya itu. dan akhirnya kasusnya menang. Contoh kasus ini bisa dikatakan sebuah ‘terobosan’ baru dalam hal menangani kasus penganiayaan seksual, fisik dan juga disktiminasi rasial.

Ingin TKI Lain Juga Bersuara

Minggu lalu, tepatnya Jumat, 22 Desember 2017, Pengadilan Hong Kong mengabulkan tuntutat Eriwana sebesar 908.430 dolar Hong Kong atau setara dengan Rp 1,5 milyar atas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh bekas majikannya. Hakim menyebutkan perlakukan tersebut sebagai perlakukan yang “tidak manusiawai, mengerikan dan juga merendahkan martabat.”

Erwiana yang sekarang ini masih menjalani program konseling akibat adanya trauma penyiksaan yang dialaminya selama 6 bulan mengatakan bahwa dirinya akan menggunakan dana tersebut untuk melanjutkan sekolah, pengobatan juga dan membantu banyak tenaga kerja yang lainnya yang mana mengalami nasib yang sama dengannya akan tetapi “belum berani bersuara ketika ditindas.”

Dalam kasus criminal, pengadilan Hong Kong telah menjatuhkan hukuman selama 6 tahun pernjara dan juga denda sebanyak 15.000 dolar Hong Kong atau setara dengan Rp. 24 juta pada bekas majikannya, Law Wan-tung pada bulan Februari 2015. “Saya ingin juga menularkan semangat saya. Selain itu saya juga janji untuk bisa membantu mereka yang mana mengalami nasib ynag sama dengan saya, dianiaya,” ungkap Erwiana.

Dari kurang lebih 300 kasus penganiayaan fisik dan juga seksual yang ada di Hong Kong tiap tahunnya, sekitar 50% di antaranya adalah kasus yang menimpa para tenaga kerja Indonesia. hal ini diungkapkan oleh Cynthia Abdon-Tellez, seorang dari Mission for Migrant Workers, sebuah organisasi di Hong Kong yang mana memberikan advokasi bagi pekerja-pekerja asing. “Kasus penganiayaan togel hk ini amat sangat serius. Kasus ini amat sangat penting karena banyak sekali pekerja yang tak memiliki peluang untuk mengangkat kasus penganiayaan. Dan ini adalah jumlah tuntutan yang paling besar yang dimenangkan,” jelas Cynthia yang mengacu kepada kemenangan tuntutan ganti rugi Erwiana pada majikannya.

Foto Erwiana yang terpotret dalam keadaan luka parah, serta kurus dan berada di dalam kondisi kritis di rumah sakit Indonesia pada bulan Januari 2014 silam menjadi perhatian para kalangan internasional terutama masalah hak pekerja rumah tangga yang ada di Hong Kong.

Ditelanjangi Majikannya

Erwiana bercerita tentang kasus kekerasan dan penganiayaan seksual yang dialaminya. “Ketika dipukulin, sangat ngga manusiawi. Yang paling menjijikkan saya dimandikan dan juga dikasih kipas angin selama berjam-jam dan ditelanjangi sama dia. Tidak boleh ke kamar mandi harus kencing di plastik, harus berak juga di plastic karena ia tak mau rumahnya kotor,” tuturnya.

“Cacat seumur hidup, ada luka yang nggak bisa sembuh. Tulang belakang saya bengkok, dan kata dokter kalau hamil saya akan merasa berat badannya untuk bisa menyangga karena saya tidak bisa membawa barang yang berat. Hidung saya juga mampet kalau batuk dan itu kerena patah tulang saat saya ditonjok. Mata saya juga mengalami gangguan,” ungkapnya lagi.  Cerita Erwiana ini mencerminkan bagaimana mirisnya kondisi TKI yang ada di Hong Kong.

 

‘LOVE OVER’, Film Pertama Kerjasama Thailand – Indonesia

Kalau bicara mengenai negara Asia Tenggara dengan perkembangan film yang cukup menjanjikan, Thailand adalah salah satu yang terbaik. Sudah banyak sekali film-film Thailand yang diekspor ke luar negeri termasuk Indonesia. Beberapa film-film komedi romantis dan horor thriller Thailand yang populer di Tanah Air seperti A LITTLE THING CALLED LOVE (2010), HELLO STRANGER (2010), ATM: ER RAK ERROR (2012), PEE MAK (2013) dan I FINE…THANK YOU…LOVE YOU (2014).

 

Dan kali ini, rumah produksi asal Thailand yakni Tech Thailand bekerja sama dengan Nation Pictures yang sukses melahirkan CLAUDIA/JASMINE (2008) dan RUMAH DARA (2010) memproduksi film LOVE OVER. Tak main-main, film yang rencananya bakal dirilis pada Agustus 2018 itu menggaet aktor tampan Mario Maurer sebagai salah satu pemainnya. Selain Mario, ada Kan Kanthathavorn, Pramote Pathan dan Isara Kitnichee yang turut membintangi sebagai karakter utama.

 

Diarahkan oleh Panjapong Kongkanoy (SHAMBALA), LOVE OVER akan memulai proses syuting di pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada bulan April 2018. Delon Tio selaku ­co-producer pun angkat bicara kepada Flick Magazine, “Sangat bangga bisa ikut serta dalam film yang dapat mempromosikan tujuan destinasi wisata yang indah yaitu pulau Komodo ke dunia.”

 

Bakal Dibintangi Oleh Aktris Indonesia

 

Meskipun masih baru akan dirilis pada Agustus 2018, LOVE OVER rupanya sudah mengungkapkan teaser poster. Dalam teaser poster itu, diperlihatkan empat karakter togel hk utama di bandara sambil membawa travelpack masing-masing. Cukup menarik karena keempat tokoh itu ada yang membawa carrier ala pendaki gunung, ransel merk ternama, ransel casual modis hingga koper mewah.

 

Menurut Delon, teaser poster yang dirilis ini memang menggambarkan dengan jelas selera fashion keempat karakter yang berbeda-beda. Sekedar informasi, LOVE OVER sendiri berkisah mengenai empat sekawan yang melakukan perjalanan ke sembilan negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Perjalanan keempat pria ini dimulai setelah salah satu dari mereka yakni Joe, dipecat dari pekerjaannya. Joe lalu mulai bermimpi menjadi Youtuber terkenal dan ingin merekam kejadian-kejadian tak terduga saat mereka berjalan ke sembilan negara.

 

Tak hanya keempat aktor tampan Thailand yang sudah dipastikan terlibat, dikabarkan LOVE OVER juga akan dibintangi oleh aktris asal Indonesia. Hanya saja siapa sosok aktris yang akan digaet, saat ini masih belum bisa dipastikan lantaran tengah dalam proses casting.

 

‘LOVE OVER’ Tambah Daftar Film Asing Syuting di Indonesia

 

Kepastian LOVE OVER yang mengambil lokasi syuting di Indonesia ini jelas menambah daftar panjang film-film asing yang mengambil gambar di Tanah Air. Jika diurut oleh waktu produksi dan perilisan, film asing pertama yang syuting di Indonesia pada era 2000-an adalah ANACONDA: THE HUNT OF BLOOD ORCHID (2004)di Kalimantan.

 

Enam tahun berselang, dunia internasional kembali menyoroti alam Indonesia lewat film yang diadaptasi oleh novel sukses, EAT, PRAY, LOVE (2010). Dibintangi oleh aktris Hollywood papan atas, Julia Roberts, film ini mengambil lokasi di Bali dan merekam jelas keindahan serta budaya pulau Dewata yang begitu tersohor di dunia tersebut.

 

Dan kemudian terakhir kali Indonesia menjadi lokasi syuting film Hollywood adalah lewat BLACKHAT (2015). Film itu dibintangi oleh Chris Hemsworth itu mengenai seorang peretas jenius bernama Nicholas Hathaway yang harus menyelesaikan sebuah kasus rumit. Tempat yang digunakan BLACKHAT adalah sudut-sudut ibukota Jakarta seperti pelabuhan Sunda Kepala, Tanah Abang, Apotek Melawai dan lapangan Banteng.

Bali United Mengaku Siap Menjadi Tuan Rumah untuk Piala Presiden 2018

Piala Presiden 2018 akan segera hadir. Dan klub Bali United mengaku bahwa mereka siap untuk menjadi tuan rumah bagi gelaran turnamen bandar togel online pramusim dari turnamen tersebut. bali United akan bersama dengan empat kota yang lainnya yakni Malang, Surabaya, Makassar, serta Bandung. Lima kota tersebut pasalnya dipilih untuk menjadi panitia penyelenggara untuk menggelar Piala Presiden yang sudah mencapai gelaran ketiga itu.

Bali United Bakal Sibuk pada Januari 2018

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada CEO Bali United, yakni Yabes Tanuri, ia mengaku bahwa dirinya menerima penunjukkan tersebut. maklum saja, sebelumnya Yabes sendiri sempat menolak Bali jadi tuan rumah dari gelaran Piala Presiden karena Stadion Kapten I Wayan Dipta sedang dalam proses perbaikan atua renovasi.

Tidak hanya itu, sebelumnya juga mereka menolak menjadi tuan rumah karena pada tanggal 16 Januari 2018, klub yang dijuluki dengan Serdadu Tridatu itu akan menjalani laga kualifikasi dari Liga Cahmpions Asia 2018. Juga, mereka akan menjadi tuan rumah bagi klub dari Singapura, Tampines Rovers. “Ya kalau jadwalnya sesuai (Piala Presiden 2018), taka pa-apa. Pastinya, tanggal 16 Januari kami semua sudah bermain di kualifikasi Liga Champions,” ungkap Yabes dilansir dari CNN Indonesia.

“Dengan demikian, kalau misalnya harus menggelar pembukaan, ya tidak bisa,” jelas Yabes lagi. Menurutnya, akan cukup sulit untuk menyesuaikan persiapan guna pembukaan Piala Presiden  2018 yang mana direncanakan mulai pada pertengahan bulan Januari 2018 dengan liga pertama Bali United yang ada di Liga Champions Asia.

Menyoal Stadion Kapten I Wayan Dipta yang saat ini sedang direnovasi, Yabes pun bisa menggaransi bahwasanya stadion yang berkapasitas 25.000 penonton tersebut akan siap digunakan untuk gelaran Piala Presiden 2018 dan juga pertandingan Liga Champions Asia. “Memang masih dalam perbaikan. Namun untuk tanggal 6 Januari seharusnya sih sudah selesai. Jadi ya bisa digunakan,” tuturnya.

Tentang belum adanya surat resmi dari pihak panitia Piala Presiden 2018 atau juga PT Liga Indonesia Baru atau LIB, pihak dari Bali United pun mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya. Untuk Yabes, kepastian mengenai menjadi tuan rumah dalam gelaran Piala Presiden 2018 ini bakal ditentukan di dalam rapat yang dihelat di Jakarta pada akhir Desember nanti. “Sudah biasa sih seperti itu. nanti juga tanggal 22 Desember ka nada rapat, kami bakal dipanggil oleh PSSI dan sepertinya juga di sana ada PT LIB,” pungkasnya.

Piala Presiden 2018

Rencananya, Piala Presiden 2018 akan digelar pada pekan kedua bulan Januari 2018 mendatang dan ada 20 tim. Kota-kota yang sudah dipastikan bakal menjadi tuan rumah untuk babak penyisihan adalah Malang, Surabaya, Bali, Makassar dan juga Bandung. Berlinton Siahaan selaku ketua OC Piala Presiden 2018 menyatakan bahwasanya pihaknya masih memilah dan memilih kota tersebut dengan cara melihat kelayakan untuk pertandingannya.

Sebenarnya pihak penyelenggara ingin ada 1 kota di Sumatra, akan tetapi nampaknya stadion di pulau tersebut belum siap. Seperti misalnya stadion yang ada di Medan, belum juga selesai renovasinya. “Khusus untuk penunjukkan pertandingan finalnya, sejauh ini sih belum ditentukan. Semuanya akan menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Kami juga inginnya laga final sendiri dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Semuanya tengah kami usahakan,” pungkas Berlinton.

Namun demikian, sudah dipastikan Bali United sangat siap apabila ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Piala Presiden 2018.