Budaya Nyapat Taon Mulai Tergerus Jaman

Budaya NyapatTaon yang Mulai TergerusJaman

Budaya Nyapat Taon Mulai Tergerus Jaman, Tradisi NyapatTaon merupakan upacara untuk mengantar sesaji ke laut yang berupa hasil bumi.

Tradisi ini dimaksudkan untuk mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada penguasa yang berada di laut. Tradisi yang merupakan tradisi lisan yang,

menceritakan kehidupan leluhur yang berupa legenda rakyat ini berkembang di daerah Kalimantan Barat, tepatnya di daerah Kabupaten Ketapang.

Budaya Nyapat Taon Mulai Dan Hampir 20 Tahun tidak Dilakukan

Tradisi NyapatTaon yang berlangsung dan diselenggarakan dalam waktu setahun sekali. Ini berupa bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas keberhasilan tanam kepada penguasa laut.

Tradisi ini semakin kesini semakin hilang karena mulai tergerus oleh perkembangan jaman.

Bahkan salah satu tokoh agama mengungkapkan bahwa meskipun sebuah tradisi sering dianggap tidak masuk akal, Sebuah adat dalam suatu daerah harus tetap dilakukan.

Budaya NyapatTaon yang merupakan suatu tradisi adat masyarakat daerah Kabupaten Ketapang ini hampir dalam 20 tahun sudah tidak dilakukan.

Ritual yang harusnya selalu diselenggarakan setiap tahunnya ini merupakan ritual adat yang merupakan salah satu ritual untuk mengungkapkan rasa syukur atas terlaksanakannya panen.

Tradisi ini dilakukan oleh pihak-pihak masyarakat dari kalangan petani ataupun pelaut dengan sedikit cara yang berbeda.

Untuk pelaut, tradisi NyapatTaon dilakukan dengan melarungkan sesaji hasil bumi yang dihasilkan ke tengah laut.

Sebagai bentuk ucapan syukur kepada penguasa laut. Sedangkan untuk petani, ritual ini dilakukan setelah kegiatan panen.

Dengan meletakkan sesaji di sudut-sudut tanah pertanian yang sudah disediakan.

Dengan keunikan tersebut, tradisi ini kembali dilaksanakan 2 tahun terakhir sebagai bentuk perhatian akan budaya yang semakin tergerusjaman dan ilmu pengetahuan.

Budaya Nyapat Taon Mulai Dijadikan Cagar Budaya

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading,

Menyatakan bahwa tradisi ritual NyapatTaon sudah dimasukkan ke dalam daftar cagar budaya. Ia mengatakan bahwa tradisi ini masuk dalam cagar budaya dengan kategori cagar budaya tak bendawi.

Selain itu, dengan memasukkan tradisi tersebut ke dalam cagar budaya menjadikannya salah satu kekayaan budaya yang ada di Indonesia.

Dengan memasukkan tradisi NyapatTaon ke dalam cagar budaya yang ada, akan membuat masyarakat adat yang bersangkutan menjadi sadar akan kebudayaan dan tradisi yang ada.

Sehingga memungkinkan masyarakat untuk terus melakukan dan menyelenggarakan tradisi ritual adat NyapatTaon secara rutin setiap tahunnya.

Selain itu, dengan adanya tradisi tersebut,

memungkinkan masyarakat semakin gotong royong dalam melakukan segala sesuatu dan menjadikannya salah satu media untuk bersilahturahmi antar masyarakat adat tersebut.

Masyarakat Harus Tetap Menyelenggarakan

Sebagai budaya adat yang merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, tradisi NyapatTaon harus tetap diselenggarakan oleh masyarakat setempat.

Kepercayaan masyarakat terhadap tradisi budaya lisan atau legenda yang menyebabkan adanya ritual-ritual adat tertentu, salah satunya NyapatTaon masih tetap dilestarikan.

Kepercayaan masyarakat tersebut masih tetap dilestarikan dan dilaksanakan oleh masyarakat yang bersangkutan dengan adanya dukungan dari pihak pemerintah daerah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Pemerintah mendukung ritual-ritual tradisi adat semacam NyapatTaon sebagai bagian untuk melestarikan dan menjaga tradisi tersebut sebagai salah satu peninggalan kebudayaan yang ada.

Khasanah yang ada dalam masyarakat Ketapang, diharapkan dapat membawa masyarakat daerah Ketapang untuk mempunyai keterampilan di segala bidang.

Hal ini juga tidak terlepas dari keberadaan tradisi lisan berupa legenda tentang kejadian ataupun kehidupan yang telah terjadi pada masa lampau.