APPI Sebut PSSI Langgar Aturan FIFA Karena Liga 1 Tidak Jelas

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) diberitakan meminta pihak PSSI untuk sesegera mungkin memutuskan bagaimana status kompetisi termasuk kompetisi Liga 1 dikarenakan dapat berpotensi melanggar regulasi FIFA dari sisi  kontrak para pemain dengan klub. 

APPI Ingin PSSI Segera Putusakan Status Kompetisi 

APPI Pasalnya menyatakan ketidak pastian dari kompetisi sepak bola yang ada di Indonesia dapat berdampak buruk karena bisa merugikan para pemain terkait dengan status kontrak dengan Klub mereka. Ketegasan dari PSSI tentang status kompetisi pun disebut dapat mengantisipasi potensi potensi perselisihan kontrak yang terjadi antara para pemain dan juga Club.

“kami sudah mengirimkan surat kepada PSSI untuk segera memutuskan status keberlanjutan kompetisi Apakah tetap lanjut untuk musim 2021 atau dihentikan dan mulai musim kompetisi yang baru,” demikianlah ungkap presiden APPI,  Firman Utina lewat rilisan yang dikutip dari CNN Indonesia pada hari Rabu (6/1).

Apabila kompetisi s7slot dilanjutkan lagi Maka menurut Firman ada peraturan PSSI yang sangat memperbolehkan pemain untuk pindah ke klub yang lainnya dalam divisi yang sama. Hal ini disebutkan sebagai pelanggaran asas kebebasan berkontrak para pemain untuk pindah ke klub yang lainnya yang sudah tertuang di dalam regulasi FIFA dengan nama Bosman Rulling.  Di sisi yang lainnya ada beberapa kelebihan juga sudah melakukan pemutusan kontrak dan juga membubarkan ini dikarenakan status kepastian dari kompetisi yang tak kunjung dapat kejelasan.

“beberapa poin yang kami siapkan adalah mengenai laporan beberapa pemain yang telah diputus kontraknya dan dibubarkan timnya kemudian juga konfirmasi tentang isu regulasi yang mengatakan pemain tak bisa pindah ke klub lainnya dalam lanjutan Liga nanti. Yang jelas hal ini melanggar aturan dalam RSTP (Regulasi Transfer dan Status Pemain) FIFA,“ kata Ponaryo Astaman yang berlaku sebagai General Manager APPI.

APPI  sendiri berharap bahwa PSSI dapat berlaku tegas dan tak membiarkan ketidakjelasan kompetisi ini secara terus-menerus. Terlebih lagi rencana untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 di awal Februari mendatang sampai sekarang ini bahkan juga belum jelas. 

Sampai pekan pertama Januari 2021 baik PT Liga Indonesia baru (LIB) dan PSSI masih belum mengantongi izin keramaian dari kepolisian untuk menggulirkan Liga. Malahan yang terjadi sekarang ini adalah beberapa kelompok akhirnya membubarkan tim dikarenakan banyak faktor pemain yang habis pada akhir 2020 yang lalu. Masa persiapan yang sangat singkat bakal mengakibatkan resiko bagi para pemain. 

“masa persiapan yang ideal bagi pesepakbola profesional ialah 4 sampai dengan 6 minggu sebelumnya. Kurang dari itu akan sangat beresiko bagi pesepakbola,” kata wakil presiden APPI, Andritany Ardhiyasa.

Liga 1 dan IBL Masih Belum Kantongi Izin Kepolisian 

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa paling tidak ada dua kompetisi olahraga yang akan dimulai pada awal 2021 yaitu Liga 1 2020 dan juga IBL (Basketball League) 2021 yang sampai saat ini belum jelas dikarenakan ada kendala di izin dari kepolisian.

Lanjutan Liga 1 2020 yang mana sempat terhenti di tahun 2020 kemarin dikarenakan pandemi virus Corona dan rencananya bakal bergulir di awal Februari. Sementara itu untuk IBL, direncanakan bakal mulai tanggal 15 Januari 2021 mendatang.  Junas Miradiarsyah  selaku Direktur Utama Iqbal masih belum mau bicara banyak tentang rencana musik baru kompetisi basket Indonesia di tengah-tengah masa pandemi virus Corona ini. Sebelumnya direncanakan IBL digelar selama 3 bulan mulai dari tanggal 15 Januari sampai dengan 22 Maret 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *