Apple Bersaing Tidak Sehat, Inggris Selidiki Langsung

Pasar Inggris dan otoritas persaingan di bisnis teknologi tengah menyelidiki perusahaan raksaan Apple. Pasalnya, ada beberapa pengembang aplikasi mengeluar bahwa mereka dipaksa untuk menggunakan sistem pembayaran Apple dan mendistribusikan produk mereka melalui App Store. Hal ini dianggap sebagai persaingan tidak sehat yang sudah dilakukan oleh Apple dan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut supaya bisa membuktikan ada atau tidaknya kejadian yang telah diungkapkan oleh para pengembang atau developer tersebut.

Apple Curang Dominasi Pasar

Otoritas mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa Apple terkait dugaan yang sudah dikatakan oleh pengembang. Apakah benar pengembang setuju dengan syarat dan ketentuan tidak adil atau anati persaingan sehingga produk yang dikembangkan dapat masuk ke iPhone atau iPad. Kelihan ini terus dilayangkan sehingga patut menjadi perhatian bagi masyarakat mengenai situs judi slot online gampang menang kondisi perusahaan gadget nomor satu di dunia dan telah mengeluarkan banyak produk berkualitas serta disenangi oleh banyak kalangan.

Chief Executive CMA, Andrea COscelli mengatakan bahwa kelihan mengenai Apple yang menggunakan posisi pasarnya untuk menetapkan persyaratan tidak adil atau persaingan tidak sehat yang membuat pembatasan persaingan dan pilihan akan menyebbakan kerugian besar pelanggan saat akan membeli dan menggunakan aplikasi. Ini harus diusut dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Dalam informasi lain diketahui bahwa Apple membebankan komisi dengan besaran 30 persen kepada pengembang untuk semua konten yang dibeli melalui sistem pembayaran yang mereka miliki.

Di bulan November 2020, Apple telah mengungkapkan bahwa mereka hanya akan membebankan komisi 15 persen saja kepada perusahaan yang berpenghasilan kruang dari 1 juta dolar amerika atau sekitar Rp 14,3 miliar selama satu tahun kalender sebelumnya. Namun pada kenyataannya, pengembang pun mengeluarkan suara bahwa hal itu tidak dilakukan dan diaktualisasikan pada pembagian hasil yang sebenarnya. Mereka dibebankan 30 persen, sebuah jumlah yang lebih banyak dari ketentuan.

Apple Menghadapi Tekanan dari KOmisi Eropa

Selain akan mendapatkan penyelidikan dari otoritas perdagangan di INggris, apple pun mendapatkan tekanan dari pihak lain. Komisi Eropa pada bulan Juni tahun lalu telah memberikan tekanan kepada perusahaan tersebut sebagai regulator pasar utamanya. Investigasi pun dilakukan dengan hal sama oleh komisi Eropa. Apple membantah bahwa kebijakannya telah melanggar aturan dan dengan percaya diri akan bekerja sama dengan CMA untuk melakukan investigasi dan memperlihatkan apa yang terjaidi sebenarnya.

Perusahaan mengatakan bahwa App Store sudah menjadi mesin kesuksesan untuk semua pengembang aplikasi, sebagian karena standar ketat yang dimiliki perusahaan dan diterapkan secara adil dan setara kepada semua pengembang. Ini dilakukan untuk melindungi pelanggan dari malware dan untuk mencegah mengumpulan data yang sedang merajalela tanpa persetujuan dan dilakukan secara sembunyi sembunyi. Akibatnya banyak data yang bocor dan banyak orang yang merasa dirugikan. Apple sampai saat ini masih menganggap perusahaannya tidak melanggar aturan dan kebijakan apapun.

Perusahaan Appel sebenarnya bukan satu satunya perusahaan yang ada di bawah pengawasan otoritas Inggris. Di awal tahun lalu, penyelidikan pun dilakukan kepada Gogle karena dianggap akan menghapus Cookie pihak ketiga jika ini dilakukan maka persaingan tidak sehat tentu akan terjadi dan memungkinkan pengiklan untuk melacak jutaan pengguna melalui Google Chrome. Iklan pun akan terlalu banyak dan terkonsentrasi di ekosistem google. Namun pihak Google mengatakan bahwa jika cookie dihapus maka itu tidak akan menjadi alat untuk melacak individu di seluruh situs web.