Seri Dari Swedia, Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018

Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir 60 tahun terakhir, Italia harus absen dari Piala Dunia. Bermain imbang tanpa gol melawan timnas Swedia hari Selasa (14/11) dini hari, Italia dipastikan tersisih dari Piala Dunia 2018. Menjamu Swedia di kandang yakni stadion San Siro, tak lolosnya Italia ke Rusia ini karena kalah agregat 0-1.

 

Jalannya pertandingan, Gli Azzuri sempat meminta penalti pada menit kedelapan saat Marco Parolo dijatuhkan oleh Ludwig Augustinsson tetapi wasit tak menganggapnya sebagai pelanggaran. Tak mau kalah, Swedia juga meminta penalti karena Matteo Darmian dianggap melakukan handball yang juga berujung penolakan oleh wasit. Ciro Immobile sempat melakukan tembakan dari sudut sempit di menit ke-16 meskipun cuma mengenai sisi luar jala gawang. Bahkan Antonio Candreva memiliki peluang emas pada menit ke-28 saat berdiri bebas di kotak penalti Swedia tetapi malang tembakannya melambung.

 

Pada menit ke-40, Immobile nyaris saja melakukan gol saat berhadapan langsung dengan kiper Robin Olsen dan melakukan tendangan mantap, tapi malah dihantam balik oleh Andreas Grangvist. Di menit akhir babak pertama, Alessandro Florenzi sempat punya peluang tapi Olsen masih terlalu kokoh. Pada awal babak kedua, Florenzi menyambut umpan silang Darmian dengan tendangan ke arah gawang yang masih melenceng. Merasa buntu, Ventura pun menarik Darmian dan Gabbiadini yang digantikan oleh Stephan El Shaarawy dan Andrea Belotti. Memiliki peluang di menit ke-83 dan 87 oleh sundulan Parolo, tembakan mendatar Belotti hingga tembakan voli El Shaarawy, pertahanan Olsen masih sangat luar biasa yang membuat skor berakhir 0-0.

 

Akhir Karier Tragis Untuk Gianluigi Buffon

 

Tak lolosnya Italia ke Rusia memang membuat rencana sang kiper sekaligus kapten Gli Azzurri, Gianluigi Buffon hancur. Buffon sebetulnya ingin pensiun usai bermain di Piala Dunia 2018 yang memang jadi kali keenam bermain di turnamen sepakbola sejagat itu. Kiper berusia 39 tahun itu memulai debut Piala Dunia di usia 20 tahun pada tahun 1998. Dia bahkan ke puncak prestasi saat Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 di Jerman.

 

Bisa pensiun usai tampil di Piala Dunia memang jadi penutup karier manis dewa poker bagi Buffon. Tapi bermain seri melawan Swedia harus membuat Buffon cuma jadi penonton. Diapun akhirnya menangis. “Sangat disayangkan pertandingan resmi terakhir saya bertepatan dengan kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia,” seperti dilansir Detik Sport.

 

Kesombongan Ventura Yang Berujung Derita

 

Memegang gelar juara Piala Dunia empat kali, nasib Italia memang sungguh ironis. Tak heran kalau sosok Ventura dituding paling bertanggung jawab. Selama babak penyisihan, Italia memang harus melewati play-off bersama Swedia karena cuma jadi runner-up Grup G di bawah Spanyol. Sebelum leg pertama melawan Swedia, Ventura memang begitu optimis akan peluang Italia lolos ke Rusia. Namun rasa percaya diri yang kelewat berlebihan itu membuat Ventura kini jadi target cacian.

 

Pendukung Italia jelas sudah khawatir karena banyaknya keputusan membingungkan Ventura. Sebut saja saat Italia kalah 0-1 dari Swedia, dia memasukkan Lorenzo Insigne di posisi gelandang, bukannya penyerang yang membuat pemain Napoli itu galau sendiri. Hingga akhirnya di laga pamungkas, Ventura justru mencadangkan Insigne dan Daniele De Rossi. Hanya saja kendati gagal membawa Italia lolos, pelatih yang direkrut musim panas 2016 itu menolak untuk mundur. Dia cuma meminta maaf dan membiarkan publik Italia menangis.

 

Tunisia-Maroko Sukses Rebut Tiket Piala Dunia 2018

Melengkapi Nigeria, Mesir dan Senegal, benua Afrika akhirnya sudah memiliki dua wakil lagi di ajang Piala Dunia Rusia 2018. Dua negara yang memastikan tiket ini adalah nama lama yang kembali muncul yakni Tunisia dan Maroko. Maroko berhasil meraih kemenangan setelah mempermalukan tuan rumah Pantai Gading dengan skor 2-0 di laga terakhir Grup C yang dilangsungkan di stadion Felix Houphouet-Boigny hari Minggu (12/11) dini hari tadi.

 

Kemenangan ini membuat Maroko menjadi juara Grup C yang mengoleksi 12 poin dari enam laga dan unggul empat angka dari Pantai Gading. Raihan ini mengakhiri penantian panjang Maroko yang harus 20 tahun absen dari Piala Dunia. Mereka terakhir kali berlaga di Piala Dunia Prancis 1998, seperti dilansir Bolasport.

 

Di saat yang sama, Tunisia juga mengamankan tiket sebagai juara Grup A. Tunisia sendiri bermain poker uang asli imbang tanpa gol saat menjamu Libya di kandang mereka, Stade Olympique de Rades. Seperti Maroko, Tunisia memang harus absen selama 12 tahun lamanya. Di mana terakhir kali Tunisia tampil di Piala Dunia Jerman 2006 dan tidak lolos ke Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Piala Dunia Brasil 2014.

 

Tersisa 6 Tiket Piala Dunia 2018

Kembalinya Tunisia dan Maroko ke turnamen supremasi tertinggi sepakbola dunia memang cukup melegakan. Mereka berdua akhirnya melengkapi 26 tim yang sejauh ini sudah lolos. Tim-tim yang lolos adalah Iran, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi (Asia), Nigeria, Mesir, Senegal, Maroko, Tunisia (Afrika), Kosta Rika, Panama, Meksiko (Amerika Utara), Brasil, Uruguay, Argentina, Kolombia (Amerika Selatan) dan Rusia, Belgia, Jerman, Inggris, Spanyol, Polandia, Islandia, Serbia, Portugal, Prancis (Eropa).

 

Dengan hasil ini maka tinggal tersisa enam tiket lagi ke Piala Dunia 2018. Di mana empat tiket akan diperebutkan di benua Eropa antara Swedia, Italia, Denmark, Republik Irlandia, Kroasia, Yunani, Irlandia Utara dan Swiss. Sementara dua tiket lain akan keluar dalam play-off antar benua lewat duel Selandia Baru melawan Peru dan Australia versus Honduras, seperti dilansir Kompas.

 

Sejauh ini ada empat tim besar yang harus terpaksa absen dari Piala Dunia 2018. Mereka adalah timnas Belanda yang meski menang 2-0 atas Swedia tetap saja gagal. Bahkan hal ini membuat Arjen Robben langsung memutuskan pensiun. Menyusul Belanda, ada Wales yang juga gagal usai dikalahkan Republik Irlandia pada awal Oktober lalu.

 

Dari zona Concacaf, Amerika Serikat untuk kali pertama sejak tahun 1986 harus absen dari Piala Dunia. Mereka kalah 1-2 dari Trininad-Tobago yang juga sama-sama gagal. Namun kehilangan besar lainnya juga disebabkan oleh wakil Amerika Latin yakni Chile yang dipastikan tak lanjut ke Rusia. Hanya butuh hasil imbang lawan Brasil, Chile malah kalah 0-3 pada 10 Oktober 2017 silam.

 

Negara Ini Selalu Menang Kandang Selama 17 Tahun

Dari daftar 26 negara yang lolos sejauh ini, ada satu tim yang tidak pernah absen sejak Piala Dunia bergulir tahun 1930 yakni Brasil. Bahkan untuk tahun 2018, Brasil masuk dalam daftar calon juara. Untuk tahun 2018 pula ada dua negara debutan yang tampil kali pertama yakni Panama dan Islandia.

 

Namun jika berbicara mengenai negara yang selalu meraih kemenangan kandang di babak kualifikasi maka Nigeria akan muncul. Ya, perwakilan benua Eropa ini selalu menyapu bersih laga sebagai tuan rumah sejak kualifikasi Piala Dunia 2000.

Dipanggil Masuk Timnas, Spasojevic Tak Sabar Nyanyi Indonesia Raya

Hari Rabu, 25 Oktober 2017 kemarin adalah momen paling penting bagi hidup seorang Ilija Spasojevic. Striker kebanggaan Bhayangkara FC yang akrab disapa Spaso itu akhirnya resmi sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Melihat rekam jejak Spaso di sepakbola Indonesia, harapan agar dia memperkuat skuad Timnas Indonesia memang begitu tinggi.

 

Dalam laga pekan ke-32 Liga 1 di stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi pada 27 Oktober 2017, Spaso pun memperlihatkan kepuasannya menjadi WNI. Kala itu Bhayangkara FC berhasil menggulung Persela Lamongan dengan skor 3-1 di mana Spaso berhasil mencetak gol pertama.

 

Usai melesakkan gol itu, Spaso langsung melakukan selebrasi dengan menghormati bendera merah putih. “Saya sangat senang dapat mencetak gol pada laga perdana saya sebagai WNI. Kalian lihat tadi kan? Saya hormat di depan bendera merah putih,” papar Spaso seperti dilansir Kompas. Gol ini menjadi gol ke delapan Spaso sejak bergabung di Bhayangkara FC pada putaran kedua Liga 1 musim 2017.

 

Ingin Nyanyikan Indonesia Raya

 

Perjalanan karier Spaso sebagai pemain sepakbola di Tanah Air bermula pada tahun 2011 silam. Kala itu pria berusia 30 tahun asal Montenegro ini tergabung dalam tim peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Bali Devata. 14 kali tampil dengan Bali Devata, Spaso berhasil mencetak 10 gol. Cuma bergabung satu musim, Spaso pun pindah ke PSM Makassar.

 

Dua musim bersama PSM, Spaso berhasil memberikan 19 gol dari 29 penampilannya. Lanjut pindah ke Mitra Kukar dan Putra Samarinda, Spaso pun mencetak puluhan gol. Dan pada Piala Presiden 2015, Spaso bergabung ke Persib Bandung yang membuatnya menjadi salah satu ujung tombak. Ketika pesepakbolaan Indonesia tengah gonjang-ganjing tahun 2016, Spaso memilih hijrah ke Malaysia dan bergabung 1,5 tahun bersama Melaka United. Di Negeri Jiran Spaso berhasil mencetak 30 gol dalam 35 laga.

 

Hingga akhirnya di putaran kedua Liga 1 musim 2017, Spaso kembali ke Indonesia. Jika ditotal, keseluruhan Spaso bermain di Indonesia dalam kurun waktu enam tahun terakhir, dirinya sudah mencetak 65 gol. Prestasinya itu akhirnya membuat banyak orang menduga jika pelatih Timnas Indonesia senior, Luis Milla, akan memanggil Spaso ke skuad Garuda. Apalagi Timnas dijadwalkan bakal melawan Guyuna (25/11). Bak gayung bersambut, Milla rupanya memanggil lima pemain Bhayangkara FC untuk memperkuat Timnas U-23 dan senior di mana Spaso masuk.

 

Kabar pemanggilan dirinya itu rupanya membuat Spaso senang. “Saya sudah hafal lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Saya akan menyanyikan Indonesia Raya untuk pertama kalinya saat bertanding. “

 

Demi Indonesia, Spaso Tolak Panggilan Montenegro

 

Keinginan besar Spaso untuk menjadi WNI rupanya membuatnya harus menolak panggilan dari  Federasi Sepak Bola Montenegro. Pemanggilan itu terjadi pada tahun 2016, “Mereka bilang bahwa saya masuk rencana timnas Montenegro dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018. Saya jelaskan dengan baik kepada mereka bahwa saya menunggu panggilan Indonesia. Masa depan saya berada di sini dan mereka menerima dengan baik.”

 

Dari penelusuran, Spaso rupanya memang pernah masuk dalam skuad negara pecahan Yugoslavia itu sebelum resmi jadi WNI. Kompas melaporkan jika Spaso pernah menjadi bagian dari timnas Yugoslavia U-17, Serbia Montenegro U-19 dan Montenegro U-21. Timnas Montenegro sendiri gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 karena hanya menempati posisi ketiga Grup C di bawah Polandia dan Denmark.