Kalah di Final DFB-Pokal, Bayern Munich Gagal Gelar Ganda

Gelar juara Bundesliga musim 2017/2018 sudah didapatkan oleh Bayern Munich. Namun klub raksasa Jerman itu gagal menutupnya dengan gelar ganda usai dikalahkan Eintracht Frankfurt di final DFB-Pokal hari Minggu (20/5) malam pekan lalu. Bermain di Olympiastadion, Eintracht mencukur Bayern dengan skor 3-1. Eintracht kembali berhak atas gelar juara DFB-Pokal setelah puasa selama 30 tahun lamanya.

 

Pertandingan sendiri memang berjalan penuh tekanan bagi Bayern karena di menit ke-11, Ante Rebic berhasil merebut bola dari James Rodriguez dan berbuah gol. Bernafsu menyamakan skor, Bayern terus menyerang tanpa henti tapi hingga babak pertama usai skor masih untuk keunggulan Eintracht. Die Roten baru menyeimbangkan skor di menit ke-53, lewat Robert Lewandowski. Namun di menit ke-82, Rebic kembali melesakkan gol kedua. Dan di penghujung waktu, bencana di gawang Sven Ulreich yang ingin membalikkan sepakan pojok malah kecolongan gol Mijat Gavinovic.

 

Kekalahan ini cukup menyesakkan karena ESPN mencatat Bayern menguasai bola hingga 77%. Ketiga gol cepat Eintracht jelas jadi kelemahan utama Bayern yang begitu disesalkan sang pelatih, Jupp Heynckes. Menurut Heynckes, kekalahan ini sebetulnya bisa dihindari anak asuhnya jika mereka tak bikin kesalahan dan memaksimalkan peluang yang ada.

 

“Kalau anda kalah, tak perlu salahkan wasit. Saya harus memberi selamat pada Eintracht. Kami memang membuat kesalahan dalam membangun permainan sehingga gol pembuka terjadi. Kami kurang beruntung saat tendangan bebas Lewandowski membentur gawang. Eintracht sangat teguh, agresif, berlari sangat kencang dan bermain Judi togel online bertahan. Kami harus menerima hasil ini karena Eintracht begitu maksimal ingin memenangkan final,” ungkap Heynckes.

 

Musim Depan, Bayern Punya Pelatih Baru

Sebetulnya ada yang menarik falam final DFB-Pokal ini karena bisa dibilang kalau Bayern  melawan calon pelatih mereka. Pada pertengahan April kemarin, Bayern mengumumkan kalau per tanggal 1 Juli 2018, mereka bakal memiliki pelatih baru yakni Niko Kovac yang saat ini masih jadi pelatih Eintracht. Keputusan ini dilakukan lantaran Heynckes memilih pensiun di akhir musim 2017/2018 ini.

 

Hasan Salihamidzic selaku Direktur Olahraga Bayern menyebutkan jika Kovac dikontrak selama tiga tahun. Bisa dibilang kalau kabar ini menjadi ajang kembalinya Kovac karena dia pernah jadi pemain Bayern di musim 2001/2002 dan 2003/2004. Dua musim memperkuat Bayern, pelatih berusia 46 tahun itu tampil sebanyak 51 kali dan memberikan lima gol serta ikut serta dalam tiga trofi bagi Bayern yakni Piala Intercontinental, Bundesliga dan DFB-Pokal.

 

Bayern Tidak Kehilangan Lewandowski

Enam tahun berturut-turut menjadi juara Bundesliga membuktikan kalau Bayern masih jadi ancaman utama di musim depan. Beruntung, juara Liga Champions 2013 ini tidak akan kehilangan salah satu pemain kuncinya, Lewandowski. Sempat dikaitkan akan pindah ke Real Madrid, Karl-Heinz Rummenigge selaku Chief Executive Bayern menegaskan bahwa pemain Polandia berusia 29 tahun itu akan tetap bersama Bayern.

 

Disebutkan jika kontrak Lewandowski di Bayern masih akan berjalan hingga 2021. Sebagai salah satu pemain bintang, Lewandowski membuktikan dengan jadi top skorer Bundesliga 2017/2018 lewat koleksi 29 gol. Trofi Torjaegerkanone ini jadi yang ketiga diraih Lewandowski setelah sempat memiliknya di Bundesliga musim 2013/2014 dan 2015/2016. Dengan masih bertahannya Lewandowski dan masuknya Kovac di Bayern, apakah mereka akan masih tetap tampil berkuasa di Bundesliga pada musim 2018/2019?

Indra Sjafri Masih dipercaya Persiapkan Timnas U-19

Pelatih lama Timnas U-19, Indra Sjafri, akhirnya didaulat lagi untuk menjadi pelatih sbobet anak asuhnya dulu itu. Ia mengatakan bahwa akan segera mempersiapkan skuat setelah ditunjuk oleh PSSI untuk menangani kembali Timnas Indonesia U-19 tepatnya pada hari Rabu (25/4) kemarin.

Tangani Agenda Penting Timnas Indonesia U-19

Untuk tahun 2018 ini, Timnas Indonesia U-19 memang memiliki 2 agenda penting yaitu Piala AFF U-19 yang bakal dihelat pada tanggal 2-14 Juli 2017 dan juga Piala Asia U-19 yang akan diselenggarakan tanggal 18 Oktober sampai dengan 4 November 2018 mendatang. Kedua ajang tersebut sama-sama akan digelar di Indonesia.

Karena kedua turnamen itu digelar di kandang sendiri, maka target yang dibebankan kepada Indra Sjafri dan Timnas Indonesia U-19 pun tidak main-main. PSSI pasalnya meminta Garuda Nusantara jadi Juara pada turnamen Piala AFF U-19 dan bisa lolos ke Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Polandia. Ini berarti untuk turnamen Piala Asia U-19, Timnas U-19 Indonesia paling tidak perlu berada di peringkat 4 besar atau di jajaran semifinalis.

Indra Sjafri yang melihat tak mudahnya target besar yang dibebankan kepada Timnas Indonesia U-19 ini mengaku supaya secepatnya bekerja membentuk skuat yang ideal guna menandangi dua turnamen besar tersebut.

“Bismillah. Terimakasih banyak atas kepercayaan pengurus PSSI. Terimakasih juga atas dukungan dan juga doa dari masyarakat Indonesia. Saya sesegera mungkin akan membicarakan persiapan dengan Pihak PSSI. Baru itu saja yang bisa saya sampaikan,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia.

Indra Akan Kerja Keras dan Kurangi Jam Tidur

Pelatih yang berusia 55 tahun tersebut juga bakal bekerja dengan keras serta mengurangi jam tidur untuk memberikan hasil atau pencapaian yang sangat maksimal pada Timnas Indonesia U-19 pada ajang Piala AFF serta Piala Asia U-19.

“Kalau sepak bola, target itu mesti ada karena ukuran prestasi adalah ya pencapaian targetnya. Untuk itu lah besok saya mesti mulai bekerja, mengurangi jam tidur saya, dan harus bekerja keras,” ujarnya.

Selain bekerja keras dan juga mengurangi jam tidurnya, pelatih yang pernah menangangi Bali United tersebut akan menanggalkan pekerjaannya dan jabatannya di beberapa klub.

“Barusan saja dengan ustad (Yusuf Mansyur), dengan adanya penunjukkan ini beliau bilang beliau sangat mendukung saya. Tak usah dipikirkan dulu klub,” katanya.

Disinggung tentang komposisi pemain Timnas Indonesia U-19, dirinya mengaku belum dapat berkomentar banyak. Akan tetapi ia tak bisa membantah bahwa akan ada beberapa nama baru yang akan muncul. “Kita lihat sana nanti, kan belum mulai. Karena saya pikir akan muncul juga pemain-pemain baru dari hasil kompetisi,” jawabnya.

Saat kita melihat mengapa PSSI kembali menunjuk Indra untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19, PSSI memiliki beberapa alasan.

Joko Driyono selaku pelaksana tugas Ketua Umum PSSI mengatakan bahwa komite eksekutif sudah sepakat menunjuk Indra kembali karena dasarnya rancangan ide pengembangan pemain yang mana sesuai dengan Luis Mulla dan juga waktu persiapan Timnas  Indonesia yang sudah cukup mepet dengan akan berlangsungnya Piala AFF yang berlagsung bulan Juli.

Atas alasan tersebut lah Indra disebut-sebut mengalahkan kandidat yang lainnya yang didaftar menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19. PSSI mengaku nominasi pelatih cukup banyak bahkan ada 3 orang pelatih dari luar negeri. Diskusi yang mereka lakukan juga tak mudah hingga akhirnya memutuskan Indra lagi sebagai pelatih.

Ian Rush; Mohamed Salah Dapat Lampuai Rekor 47 Golnya

Ian Rush merupakan salah satu legenda hidup Liverpool.Salah satu prestasinya yang cukup besar adalah mencatatkan gol sebanyak 47 gol dari 65 penampilannya bersama Liverpool.Nah, Mohamed Salah hanya membutuhkan 11 gol lagi di sisa musim untuk menyamai rekor Ian Rush.Jika Salah terus produktif, maka angka 11 bukan hal yang mustahil.Ian Rush sendiri yakin jika Salah dapat melakukannya.

Ian Rush Yakin Salah Bisa

Ian Rush yakin jika saat ini Mohamed Salah sedang dalam perjalanan memecahkan rekor mencetak 47 gol untuk Liverpool di semua kompetisi dalam satu musim. Rush mencatatkan 47 gol dari 65 penampilan pada tahun 1983-84, ketika Liverpool memenangkan Piala Eropa, Divisi Pertama dan treble Piala Liga. Ini adalah prestasi yang menggembirakan dan tidak akan pernah bisa dilupakan.

Mantan striker Liverpool tersebut mengatakan bahwa Salah berada dalam kondisi yang sempurna untuk melampauinya dan mengaku dia tidak akan terkejut jika pemain asal Mesir tersebut nantinya memecahkan rekornya yang sudah lama belum dilampuai pemain Liverpool manapun. Menurut Rush, rekor mencatatkan 47 gol dalam satu musim bersama klub adalah hal yang sulit.

“47 gol itu sulit dan saya pikir mungkin akan tercatat (tidak ada yang bisa melampauinya) tetapi cara Salah bermain sekarang apa pun bisa terjadi. Saya pikir itu realistis,” kata Rush menjelang pertandingan Liverpool Legends pada hari Sabtu melawan Bayern Munich di Anfield, dengan tujuan untuk mengumpulkan uang bagi Yayasan LFC.

Dia melajutkan: “Ini fantastis dan dia tidak bisa melakukannya lagi. Saya menontonnya melawan Watford [ketika Salah mencetak empat gol] dan itu adalah permainan judi togel terbaik yang pernah saya lihat dari cara dia bermain. Rush menambahkan; “Bagi seseorang, untuk mencetak 47 gol akan menjadi prestasi luar biasa dan dia mampu melakukannya jika bisa mendapatkan permainan yang bagus di Liga Champions – ketika saya mencetak 47 gol, kami memenangkan Piala Eropa sehingga perlu sedikit lebih lama. Kami memenangkan tiga trofi musim itu dan itulah yang harus kita mulai lakukan sekarang.”

Jika Salah Terus Meningkatkan Diri, Pasti Bisa

Rush – Pencetak gol terbanyak di sepanjang masa Liverpool dengan 346 gol – juga menegaskan kembali bahwa catatan pribadi Salah, betapa pun luar biasanya, akan menjadi tidak signifikan jika Liverpool gagal memenangkan trofi di akhir musim. Di sisi lain, Andy Robertson merasa rekan setimnya di Liverpool Mohamed Salah “bermain sebaik siapa pun di dunia” saat ini tetapi mengakui bahwa dia perlu melakukannya untuk jangka waktu yang lebih lama sebelum dilakukan perbandingan dengan Lionel Messi.”

Rush mengatakan; “Sangat hebat memiliki trofi individu, tetapi di musim [47-gol saya] kami memenangkan tiga trofi.Saya lebih senang bahwa kami memenangkan tiga trofi daripada saya mencetak 47 gol.”Ya, Rush memang luar biasa. Dia menorehkan prestasi dengan 26 gol dalam 44 penampilan di tahun 1984-85, kemudian mencetak gol dengan jumlah 33 gol dan 40 gol dalam dua musim setelah itu.

Agar Salah dapat mempertahankan tingkat kesuksesan yang sama dalam jangka panjang, Rush menyimpulkan: “Anda terus berusaha meningkatkan diri setiap saat. Anda tahu musim depan orang akan mencari Anda. Orang-orang akan berada di luar sana mengatakan: ‘Jika Anda menghentikan Salah bermain, maka Anda menghentikan Liverpool bermain’.”

“Anda selalu mencari untuk meningkatkan kemampuan setiap musim karena oposisi akan melakukan hal yang sama. Jika kamu tidak dapat menambahkan satu atau dua tingkat kemampuanmu, maka kamu tidak akan melakukan itu.”Ya, jika Salah berhasil konsisten dengan penampilan dan kinerjanya, bukan tidak mungkin jika dirinya kemudian dapat dibandingkan dengan kemampuan Messi.

Bali United Mengaku Siap Menjadi Tuan Rumah untuk Piala Presiden 2018

Piala Presiden 2018 akan segera hadir. Dan klub Bali United mengaku bahwa mereka siap untuk menjadi tuan rumah bagi gelaran turnamen bandar togel online pramusim dari turnamen tersebut. bali United akan bersama dengan empat kota yang lainnya yakni Malang, Surabaya, Makassar, serta Bandung. Lima kota tersebut pasalnya dipilih untuk menjadi panitia penyelenggara untuk menggelar Piala Presiden yang sudah mencapai gelaran ketiga itu.

Bali United Bakal Sibuk pada Januari 2018

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada CEO Bali United, yakni Yabes Tanuri, ia mengaku bahwa dirinya menerima penunjukkan tersebut. maklum saja, sebelumnya Yabes sendiri sempat menolak Bali jadi tuan rumah dari gelaran Piala Presiden karena Stadion Kapten I Wayan Dipta sedang dalam proses perbaikan atua renovasi.

Tidak hanya itu, sebelumnya juga mereka menolak menjadi tuan rumah karena pada tanggal 16 Januari 2018, klub yang dijuluki dengan Serdadu Tridatu itu akan menjalani laga kualifikasi dari Liga Cahmpions Asia 2018. Juga, mereka akan menjadi tuan rumah bagi klub dari Singapura, Tampines Rovers. “Ya kalau jadwalnya sesuai (Piala Presiden 2018), taka pa-apa. Pastinya, tanggal 16 Januari kami semua sudah bermain di kualifikasi Liga Champions,” ungkap Yabes dilansir dari CNN Indonesia.

“Dengan demikian, kalau misalnya harus menggelar pembukaan, ya tidak bisa,” jelas Yabes lagi. Menurutnya, akan cukup sulit untuk menyesuaikan persiapan guna pembukaan Piala Presiden  2018 yang mana direncanakan mulai pada pertengahan bulan Januari 2018 dengan liga pertama Bali United yang ada di Liga Champions Asia.

Menyoal Stadion Kapten I Wayan Dipta yang saat ini sedang direnovasi, Yabes pun bisa menggaransi bahwasanya stadion yang berkapasitas 25.000 penonton tersebut akan siap digunakan untuk gelaran Piala Presiden 2018 dan juga pertandingan Liga Champions Asia. “Memang masih dalam perbaikan. Namun untuk tanggal 6 Januari seharusnya sih sudah selesai. Jadi ya bisa digunakan,” tuturnya.

Tentang belum adanya surat resmi dari pihak panitia Piala Presiden 2018 atau juga PT Liga Indonesia Baru atau LIB, pihak dari Bali United pun mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya. Untuk Yabes, kepastian mengenai menjadi tuan rumah dalam gelaran Piala Presiden 2018 ini bakal ditentukan di dalam rapat yang dihelat di Jakarta pada akhir Desember nanti. “Sudah biasa sih seperti itu. nanti juga tanggal 22 Desember ka nada rapat, kami bakal dipanggil oleh PSSI dan sepertinya juga di sana ada PT LIB,” pungkasnya.

Piala Presiden 2018

Rencananya, Piala Presiden 2018 akan digelar pada pekan kedua bulan Januari 2018 mendatang dan ada 20 tim. Kota-kota yang sudah dipastikan bakal menjadi tuan rumah untuk babak penyisihan adalah Malang, Surabaya, Bali, Makassar dan juga Bandung. Berlinton Siahaan selaku ketua OC Piala Presiden 2018 menyatakan bahwasanya pihaknya masih memilah dan memilih kota tersebut dengan cara melihat kelayakan untuk pertandingannya.

Sebenarnya pihak penyelenggara ingin ada 1 kota di Sumatra, akan tetapi nampaknya stadion di pulau tersebut belum siap. Seperti misalnya stadion yang ada di Medan, belum juga selesai renovasinya. “Khusus untuk penunjukkan pertandingan finalnya, sejauh ini sih belum ditentukan. Semuanya akan menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Kami juga inginnya laga final sendiri dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Semuanya tengah kami usahakan,” pungkas Berlinton.

Namun demikian, sudah dipastikan Bali United sangat siap apabila ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Piala Presiden 2018.

City Catat Sejarah, Pep Guardiola Semakin Bangga

Pep Guardiola senang dengan kemenangan Mancester City atas Swansea City yang memecahkan rekor kemenangan selama 15 kali berturut-turut. Kemenangan selama 15 kali berturut-turut ini merupakan kemenangan terpanjang atau terlama di sepanjang sejarah Liga Primer Inggris. Inilah yang membuat Pep Guardiola semakin bangga dengan anak asuhnya. Apalagi, kemenangan ini juga sekaligus mengukuhkan dan menguatkan posisi The Citizen di puncak klasemen.

Pep Akui Senang dengan Hasil Pertandingan

Pep Guardiola mengatakan dirinya senang dengan performa yang telah ditunjukkan Manchester City saat menang 4-0 melawan Swansea City pada hari Rabu (13/12/17) kemarin. Sang pelatih juga gembira karena kemenangan ini telah memecahkan rekor baru di Liga Primer Inggris. Tak bisa ditutupi juga jika Man of The Match, David Silva mendapatkan beragam pujian termasuk dari sang pelatih. Peran David Silva dengan 2 golnya memang sangat membanggakan.

Kemenangan 4-0 di Stadion Liberty memperlihatkan klub pemimpin Liga Primer tersebut telah membuat rekor baru untuk kemenangan beruntun dalam kompetisi tersebut selama 15 kali berturut-turut. Kemenangan ini sekaligus menggeser rekor yang telah diraih Arsenal sebelumnya yakni 14 kali berturut-turut. Ini akan menjadi sejarah yang tidak bisa dilupakan oleh The Citizen, klub dan pecinta Liga Primer Inggris dimanapun mereka berada.

Man City dalam pertandingan tersebut memang sangat percaya diri dengan 2 gol tercetak di babak pertama dan 2 gol lagi terjadi di babak kedua. Pep tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Dia mengatakan;

“Kami bermain sangat baik, kami menyerang dengan baik di dalam dan di luar, kami tidak mengakui (adanya) peluang (yang) terlalu banyak dan tentu saja, jika para penggemar bahagia, kami juga bahagia.” Dia kemudian melanjutkan; “Hari ini, permainan ada di pikiran kita. Tim di puncak liga bertanding togel online dengan tim di bawah dan kami tahu jika kita melakukan apa yang harus dilakukan, kita bisa menang.

“Itulah mengapa semua ada di pikiran kita karena tiga hari yang lalu, kita berada di Old Trafford dan dalam tiga hari lagi, Tottenham datang kepada kita sehingga pertandingan tengah ini bisa jadi sedikit rumit.”

Pujian Pep Guardiola Untuk David Silva

Kapten City, David Silva telah mencetak dua gol dalam kemenangan tersebut dan Guardiola merasa senang bahwa gol datang dari area lain di lapangan. Pep juga senang karena kemenangan yang bisa dikatakan sempurna di empat pertandingan Premier League. Dia mengatakan;

“Ini bagus (David Silva mencetak gol) karena kami membutuhkan itu (gol tersebut) dan David memiliki mentalitas untuk itu, dengan daya saing dan sebagai pemain sepak bola, kami mendiskusikan perasaan semacam itu untuk mencetak gol dan bagaimana membantu tim mencetak gol,” tambahnya.

“Ini sangat penting, tidak hanya untuk striker, sayap, gelandang serang, gelandang sentral, bertahan, mencetak gol dari luar kebiasaan, kami mencetak gol dengan berbagai cara.

“Dalam beberapa pertandingan terakhir, kami tidak dapat bermain dengan hasil maksimal tanpa gol dan hari ini (kami melakukannya), ini sangat penting. Ederson menghasilkan dua atau tiga penyelamatan hebat, namun terutama dengan banyaknya peluang kami dapat memenangkan pertandingan, kami senang dengan penampilannya.”

Tidak dipungkiri juga jika Pep merasa anak buahnya kembali ke dalam kondisi primanya dengan mengatakan jika bukanlah hal yang mudah setelah tiga hari yang lalu dengan apa yang terjadi di Old Trafford. Menurutnya, ini adalah tentang perbaikan fisik dan mental untuk pertandingan yang akan datang dimana mereka masih harus terus mempertahankan kemenangan dan posisinya untuk meraih gelar juara Liga Primer.

Seri Dari Swedia, Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018

Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir 60 tahun terakhir, Italia harus absen dari Piala Dunia. Bermain imbang tanpa gol melawan timnas Swedia hari Selasa (14/11) dini hari, Italia dipastikan tersisih dari Piala Dunia 2018. Menjamu Swedia di kandang yakni stadion San Siro, tak lolosnya Italia ke Rusia ini karena kalah agregat 0-1.

 

Jalannya pertandingan, Gli Azzuri sempat meminta penalti pada menit kedelapan saat Marco Parolo dijatuhkan oleh Ludwig Augustinsson tetapi wasit tak menganggapnya sebagai pelanggaran. Tak mau kalah, Swedia juga meminta penalti karena Matteo Darmian dianggap melakukan handball yang juga berujung penolakan oleh wasit. Ciro Immobile sempat melakukan tembakan dari sudut sempit di menit ke-16 meskipun cuma mengenai sisi luar jala gawang. Bahkan Antonio Candreva memiliki peluang emas pada menit ke-28 saat berdiri bebas di kotak penalti Swedia tetapi malang tembakannya melambung.

 

Pada menit ke-40, Immobile nyaris saja melakukan gol saat berhadapan langsung dengan kiper Robin Olsen dan melakukan tendangan mantap, tapi malah dihantam balik oleh Andreas Grangvist. Di menit akhir babak pertama, Alessandro Florenzi sempat punya peluang tapi Olsen masih terlalu kokoh. Pada awal babak kedua, Florenzi menyambut umpan silang Darmian dengan tendangan ke arah gawang yang masih melenceng. Merasa buntu, Ventura pun menarik Darmian dan Gabbiadini yang digantikan oleh Stephan El Shaarawy dan Andrea Belotti. Memiliki peluang di menit ke-83 dan 87 oleh sundulan Parolo, tembakan mendatar Belotti hingga tembakan voli El Shaarawy, pertahanan Olsen masih sangat luar biasa yang membuat skor berakhir 0-0.

 

Akhir Karier Tragis Untuk Gianluigi Buffon

 

Tak lolosnya Italia ke Rusia memang membuat rencana sang kiper sekaligus kapten Gli Azzurri, Gianluigi Buffon hancur. Buffon sebetulnya ingin pensiun usai bermain di Piala Dunia 2018 yang memang jadi kali keenam bermain di turnamen sepakbola sejagat itu. Kiper berusia 39 tahun itu memulai debut Piala Dunia di usia 20 tahun pada tahun 1998. Dia bahkan ke puncak prestasi saat Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 di Jerman.

 

Bisa pensiun usai tampil di Piala Dunia memang jadi penutup karier manis dewa poker bagi Buffon. Tapi bermain seri melawan Swedia harus membuat Buffon cuma jadi penonton. Diapun akhirnya menangis. “Sangat disayangkan pertandingan resmi terakhir saya bertepatan dengan kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia,” seperti dilansir Detik Sport.

 

Kesombongan Ventura Yang Berujung Derita

 

Memegang gelar juara Piala Dunia empat kali, nasib Italia memang sungguh ironis. Tak heran kalau sosok Ventura dituding paling bertanggung jawab. Selama babak penyisihan, Italia memang harus melewati play-off bersama Swedia karena cuma jadi runner-up Grup G di bawah Spanyol. Sebelum leg pertama melawan Swedia, Ventura memang begitu optimis akan peluang Italia lolos ke Rusia. Namun rasa percaya diri yang kelewat berlebihan itu membuat Ventura kini jadi target cacian.

 

Pendukung Italia jelas sudah khawatir karena banyaknya keputusan membingungkan Ventura. Sebut saja saat Italia kalah 0-1 dari Swedia, dia memasukkan Lorenzo Insigne di posisi gelandang, bukannya penyerang yang membuat pemain Napoli itu galau sendiri. Hingga akhirnya di laga pamungkas, Ventura justru mencadangkan Insigne dan Daniele De Rossi. Hanya saja kendati gagal membawa Italia lolos, pelatih yang direkrut musim panas 2016 itu menolak untuk mundur. Dia cuma meminta maaf dan membiarkan publik Italia menangis.

 

Tunisia-Maroko Sukses Rebut Tiket Piala Dunia 2018

Melengkapi Nigeria, Mesir dan Senegal, benua Afrika akhirnya sudah memiliki dua wakil lagi di ajang Piala Dunia Rusia 2018. Dua negara yang memastikan tiket ini adalah nama lama yang kembali muncul yakni Tunisia dan Maroko. Maroko berhasil meraih kemenangan setelah mempermalukan tuan rumah Pantai Gading dengan skor 2-0 di laga terakhir Grup C yang dilangsungkan di stadion Felix Houphouet-Boigny hari Minggu (12/11) dini hari tadi.

 

Kemenangan ini membuat Maroko menjadi juara Grup C yang mengoleksi 12 poin dari enam laga dan unggul empat angka dari Pantai Gading. Raihan ini mengakhiri penantian panjang Maroko yang harus 20 tahun absen dari Piala Dunia. Mereka terakhir kali berlaga di Piala Dunia Prancis 1998, seperti dilansir Bolasport.

 

Di saat yang sama, Tunisia juga mengamankan tiket sebagai juara Grup A. Tunisia sendiri bermain poker uang asli imbang tanpa gol saat menjamu Libya di kandang mereka, Stade Olympique de Rades. Seperti Maroko, Tunisia memang harus absen selama 12 tahun lamanya. Di mana terakhir kali Tunisia tampil di Piala Dunia Jerman 2006 dan tidak lolos ke Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Piala Dunia Brasil 2014.

 

Tersisa 6 Tiket Piala Dunia 2018

Kembalinya Tunisia dan Maroko ke turnamen supremasi tertinggi sepakbola dunia memang cukup melegakan. Mereka berdua akhirnya melengkapi 26 tim yang sejauh ini sudah lolos. Tim-tim yang lolos adalah Iran, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi (Asia), Nigeria, Mesir, Senegal, Maroko, Tunisia (Afrika), Kosta Rika, Panama, Meksiko (Amerika Utara), Brasil, Uruguay, Argentina, Kolombia (Amerika Selatan) dan Rusia, Belgia, Jerman, Inggris, Spanyol, Polandia, Islandia, Serbia, Portugal, Prancis (Eropa).

 

Dengan hasil ini maka tinggal tersisa enam tiket lagi ke Piala Dunia 2018. Di mana empat tiket akan diperebutkan di benua Eropa antara Swedia, Italia, Denmark, Republik Irlandia, Kroasia, Yunani, Irlandia Utara dan Swiss. Sementara dua tiket lain akan keluar dalam play-off antar benua lewat duel Selandia Baru melawan Peru dan Australia versus Honduras, seperti dilansir Kompas.

 

Sejauh ini ada empat tim besar yang harus terpaksa absen dari Piala Dunia 2018. Mereka adalah timnas Belanda yang meski menang 2-0 atas Swedia tetap saja gagal. Bahkan hal ini membuat Arjen Robben langsung memutuskan pensiun. Menyusul Belanda, ada Wales yang juga gagal usai dikalahkan Republik Irlandia pada awal Oktober lalu.

 

Dari zona Concacaf, Amerika Serikat untuk kali pertama sejak tahun 1986 harus absen dari Piala Dunia. Mereka kalah 1-2 dari Trininad-Tobago yang juga sama-sama gagal. Namun kehilangan besar lainnya juga disebabkan oleh wakil Amerika Latin yakni Chile yang dipastikan tak lanjut ke Rusia. Hanya butuh hasil imbang lawan Brasil, Chile malah kalah 0-3 pada 10 Oktober 2017 silam.

 

Negara Ini Selalu Menang Kandang Selama 17 Tahun

Dari daftar 26 negara yang lolos sejauh ini, ada satu tim yang tidak pernah absen sejak Piala Dunia bergulir tahun 1930 yakni Brasil. Bahkan untuk tahun 2018, Brasil masuk dalam daftar calon juara. Untuk tahun 2018 pula ada dua negara debutan yang tampil kali pertama yakni Panama dan Islandia.

 

Namun jika berbicara mengenai negara yang selalu meraih kemenangan kandang di babak kualifikasi maka Nigeria akan muncul. Ya, perwakilan benua Eropa ini selalu menyapu bersih laga sebagai tuan rumah sejak kualifikasi Piala Dunia 2000.

Dipanggil Masuk Timnas, Spasojevic Tak Sabar Nyanyi Indonesia Raya

Hari Rabu, 25 Oktober 2017 kemarin adalah momen paling penting bagi hidup seorang Ilija Spasojevic. Striker kebanggaan Bhayangkara FC yang akrab disapa Spaso itu akhirnya resmi sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Melihat rekam jejak Spaso di sepakbola Indonesia, harapan agar dia memperkuat skuad Timnas Indonesia memang begitu tinggi.

 

Dalam laga pekan ke-32 Liga 1 di stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi pada 27 Oktober 2017, Spaso pun memperlihatkan kepuasannya menjadi WNI. Kala itu Bhayangkara FC berhasil menggulung Persela Lamongan dengan skor 3-1 di mana Spaso berhasil mencetak gol pertama.

 

Usai melesakkan gol itu, Spaso langsung melakukan selebrasi dengan menghormati bendera merah putih. “Saya sangat senang dapat mencetak gol pada laga perdana saya sebagai WNI. Kalian lihat tadi kan? Saya hormat di depan bendera merah putih,” papar Spaso seperti dilansir Kompas. Gol ini menjadi gol ke delapan Spaso sejak bergabung di Bhayangkara FC pada putaran kedua Liga 1 musim 2017.

 

Ingin Nyanyikan Indonesia Raya

 

Perjalanan karier Spaso sebagai pemain sepakbola di Tanah Air bermula pada tahun 2011 silam. Kala itu pria berusia 30 tahun asal Montenegro ini tergabung dalam tim peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Bali Devata. 14 kali tampil dengan Bali Devata, Spaso berhasil mencetak 10 gol. Cuma bergabung satu musim, Spaso pun pindah ke PSM Makassar.

 

Dua musim bersama PSM, Spaso berhasil memberikan 19 gol dari 29 penampilannya. Lanjut pindah ke Mitra Kukar dan Putra Samarinda, Spaso pun mencetak puluhan gol. Dan pada Piala Presiden 2015, Spaso bergabung ke Persib Bandung yang membuatnya menjadi salah satu ujung tombak. Ketika pesepakbolaan Indonesia tengah gonjang-ganjing tahun 2016, Spaso memilih hijrah ke Malaysia dan bergabung 1,5 tahun bersama Melaka United. Di Negeri Jiran Spaso berhasil mencetak 30 gol dalam 35 laga.

 

Hingga akhirnya di putaran kedua Liga 1 musim 2017, Spaso kembali ke Indonesia. Jika ditotal, keseluruhan Spaso bermain di Indonesia dalam kurun waktu enam tahun terakhir, dirinya sudah mencetak 65 gol. Prestasinya itu akhirnya membuat banyak orang menduga jika pelatih Timnas Indonesia senior, Luis Milla, akan memanggil Spaso ke skuad Garuda. Apalagi Timnas dijadwalkan bakal melawan Guyuna (25/11). Bak gayung bersambut, Milla rupanya memanggil lima pemain togel singapura Bhayangkara FC untuk memperkuat Timnas U-23 dan senior di mana Spaso masuk.

 

Kabar pemanggilan dirinya itu rupanya membuat Spaso senang. “Saya sudah hafal lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Saya akan menyanyikan Indonesia Raya untuk pertama kalinya saat bertanding. “

 

Demi Indonesia, Spaso Tolak Panggilan Montenegro

 

Keinginan besar Spaso untuk menjadi WNI rupanya membuatnya harus menolak panggilan dari  Federasi Sepak Bola Montenegro. Pemanggilan itu terjadi pada tahun 2016, “Mereka bilang bahwa saya masuk rencana timnas Montenegro dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018. Saya jelaskan dengan baik kepada mereka bahwa saya menunggu panggilan Indonesia. Masa depan saya berada di sini dan mereka menerima dengan baik.”

 

Dari penelusuran, Spaso rupanya memang pernah masuk dalam skuad negara pecahan Yugoslavia itu sebelum resmi jadi WNI. Kompas melaporkan jika Spaso pernah menjadi bagian dari timnas Yugoslavia U-17, Serbia Montenegro U-19 dan Montenegro U-21. Timnas Montenegro sendiri gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 karena hanya menempati posisi ketiga Grup C di bawah Polandia dan Denmark.