Sikap 3 Pejabat Golkar Terhadap Surat Setnov

T

Setya Novanto, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP disebut telah mengirimkan surat pengunduran dirinya sebagai ketua DPR. Selain itu ia juga telah menunjuk anggota Komisi III DPR fraksi Partai Golkar untuk menggantikan posisinya, yaitu Aziz Syamsuddin.

 

Zainuddin Amali, ketua DPP Partai Golkar, mengatakan bahwa surat tersebut telah dikirimkan kepada pimpinan DPR dan reaksi internal Golkar sendiri terbelah dalam merespon surat tersebut. Beberapa orang mengatakan penunjukan Aziz Syamsuddin tak dapat diterima. Nah, inilah pendapat 3 petinggi partai berlambang pohon beringin tersebut dalam menyikapi surat Setnov.

 

Happy Bone Zulkarnain

Ketua DPP Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain menilai bahwa berkaitan dengan posisi ketua DPR berdasarkan surat Setnov tersebut adalah cacat. Lebih keras lagi Happy Bone bahkan mengatakan bahwa keputusannya tersebut melecehkan lembaga. Seharusnya ada mekanisme yang harus diikuti oleh seluruh kader partai berhubungan dengan pengganti.

 

Yang menurutnya janggal juga Idrus Marham yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Ketum Golkar turut menandatangani surat tersebut. Seharusnya dalam pengambilan keputusan Plt harus merapatkan terlebih dahulu dengan ketua bidang dan ketua korbid.

 

Meskipun telah ramai diperbincangkan tetapi ternyata keberadaan surat Setnov tersebut masih belum diketahui, walaupun beberapa tokoh internal Golkar menegaskan bahwa surat tersebut telah ditandatangani. Bila hal itu memang benar terjadi, Happy menilai tindakan tersebut mencederai konstitusi serta DPP.

 

Happy Bone kembali menegaskan bahwa saat pemilihan Setya Novanto menjadi Ketua DPR juga dibahas pada rapat DPD DPP, sebagaimana pemilihan Akom saat menjadi ketua DPR juga dibahas di DPP.

 

Ahmad Doli Kurnia

Sebagai Ketua Generasi Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menilai bahwa surat penunjukan Aziz Syamsuddin oleh Setnov untuk menggantikan dirinya tersebut mempermalukan partai serta DPR RI apalagi saat ini Golkar tengah disorot oleh masyarakat.

 

Menurutnya, orang yang sudah berada di dalam penjara tak layak lagi mengendalikan DPR  sebagai lembaga Negara. Ahmad Doli sendiri menyayangkan surat Togel sgp tersebut begitu saja diterima oleh Aziz Syamsuddin serta Robert Kardinal, Ketua Fraksi Parta Golkar di DPR.

 

Lantaran tak sesuai dengan aturan partai, surat tersebut ia nilai dapat dipermasalahkan. Selama ini menurutnya tak pernah ada rapat pleno dan tiba-tiba muncul surat dari Setnov tentang penunjukan ketua DPR untuk menggantikannya.

 

Airlangga Hartanto

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto yang juga sebagai salah satu Ketua DPP Partai Golkar menyatakan bahwa proses tersebut tidak wajar. Seharusnya setelah munaslub atau musyawarah nasional luar biasa partai selesai digelar baru dilakkan penunjukan penggantian Ketua DPR. Sementara kondisi yang terjadi saat ini tak sesuai dengan mekanisme yang berlaku di DPR. Airlangga menambahkan bahwa DPR sebagai lembaga tinggi Negara wajib dihormati termasuk proses yang dilakukan parpol.

 

Masih menurut Airlangga, bila memang benar DPR telah menerima surat tersebut, maka seharusnya disampaikan terlebih dahulu kepada Golkar. Apalagi pembahasan tersebut adalah sebuah agenda besar yang seharusnya hasilnya ditunjukkan kepada masyarakat. Ada mekanisme tersendiri dalam DPR. Walaupun telah menerima surat maka harus tetap disampaikan kepada Bamus atau Badan Musyawarah. Berikutnya Bamus mengadakan rapat yang kemudian diagendakan dalam rapat DPR.

 

Sementara  Setya Novanto tengah bersiap untuk menghadapi sidang perdana di pengadilan tipikor atas kasus dugaan korupsi KTP elektronik yang merugikan Negara hingga 2.3 triliun rupiah. Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah,  Setya Novanto hingga hari ini masih diperiksa untuk tersangka Anang Sugiana pada kasus yang sama. Tak hanya Setnov,  Made Oka Masagung, mantan bos Gunung Agung juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana. Sejauh ini KPK telah menetapkan 6  tersangka dalam kasus yang mendapat sorotan masyarakat tersebut.