Kembali Uji Rudal, AS Desak China Stop Minyak ke Korut

Korea Utara kembali menembakkan sebuah rudal balistik pada hari Rabu kemarin.Ini adalah peluncuran pertama dalam dua bulan dan baru seminggu setelah AS menampar sanksi baru terhadap negara tersebut.Amerika Serikat pada hari Rabu juga mendesak China untuk menghentikan pengiriman minyak mentah ke Korea Utara dan mendesak semua negara untuk mengisolasi rezim Kim Jong-Un dengan menghentikan semua hubungan diplomatik dan perdagangan.

Rudal Balistik yang Bisa Hapuskan Amerika dari Peta Dunia

Korea Utara telah memicu alarm internasional atas program rudal nuklirnya yang dilarang. Uji coba hari Rabu kemarin tentu telah meningkatkan sanksi yang akan dijatuhkan pada negara Komunis tersebut. Seperti diberitakan jika Rudal tersebut terbang ke timur dari Provinsi Pyongan Selatan, kata Kepala Staf Gabungan militer (JCS).Dia juga menambahkan bahwa pihak berwenang Korea Selatan dan AS menganalisis rute penerbangan tersebut.

Militer Korea Selatan juga melakukan latihan rudal sebagai tanggapan akan aksi dari Korut. Sedangkan, Presiden AS Donald Trump mengunjungi Kongres pada saat peluncuran dan “memberikan statemen bahwa sementara rudal itu masih ada di udara”.Hal ini disampaikan oleh sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Sanders. Pemerintah AS mengatakan tidak akan mentolerir pengujian atau pengerahan rudal balistik antar benua yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke kota-kota AS.

Para ahli percaya Pyongyang, setelah melakukan enam uji coba nuklir sejak 2006 dan menguji beberapa jenis rudal, termasuk roket multi-tahap, akan tetap melanjutkan proyeknya yang bahkan diklaim mampu melumpuhkan atau menghancurkan seluruh kontinen atau negara Amerika setelah sebelumnya sebuah rudal poker terbaik lain juga diklaim mampu menghancurkan Los Angeles dalam waktu sekejap.

Desakan Amerika Atas China

Sebelumnya, Trump telah bertemu dengan presiden China, Xi Jinping untuk membahas Korea Utara. Ini menunjukkan jika China, satu-satunya sekutu Korea Utara, telah melakukan pendekatan “dual track” terhadap krisis yang akan membuat Amerika Serikat membekukan latihan militernya di Korea Selatan dan agar Korea Utara akan menghentikan program senjatanya. Namun Washington menolak pendekatan itu.

Ini tidak lepas dari ancaman Korea Utara terhadap Amerika dan negara lainnya.Duta Besar AS Nikki Haley mengatakan dalam sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB bahwa uji coba rudal balistik antar benua Korea Utara (ICBM) Korea Utara menuntut negara-negara untuk lebih jauh mengisolasi rezim Kim. ”

Selama percakapan telepon di awal hari, Presiden AS Donald Trump meminta Presiden Xi Jinping untuk menghentikan pasokan minyak mentah China ke Korea Utara, sebuah langkah yang akan membawa pukulan yang melumpuhkan bagi ekonomi Korea Utara termasuk uji coba dan produksi nuklirnya. Trump mengatakan kepada pemimpin China “bahwa kita telah sampai pada titik dimana China harus menghentikan pengiriman minyak dari Korea Utara,” kata Haley.

Dewan tersebut bertemu atas permintaan Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya setelah tiga putaran sanksi yang diadopsi pada tahun lalu gagal mendorong Korea Utara untuk mengubah arah. Haley juga menyebut “semua negara agar menghentikan semua hubungan dengan Korea Utara” dan mengatakan bahwa Dewan Keamanan harus mencabut hak suara Korea Utara di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Haley juga mengatakan peluncuran ICBM telah menimbulkan ancaman perang.”Diktator Korea Utara membuat pilihan yang membawa dunia lebih dekat ke perang, tidak jauh dari itu. Jika perang datang, jangan salah: rezim Korea Utara akan hancur total,” dia memperingatkan. Ini tentu tidak lepas dari Pyongyang yang pada hari Rabu menguji ICBM ketiganya – yang diklaim mampu meluluh-lantakan Amerika Serikat.