Susul Superhero Marvel Lain, Black Widow Bakal Punya Film Sendiri

Tak bisa dipungkiri jika hagemoni Marvel dalam dunia Hollywood memang begitu luar biasa. Memperkenalkan Marvel Cinematic Universe (MCU), kini sudah ada 17 film mereka yang dirilis dan membuat nama-nama superhero Marvel dikenal. Tak hanya mampu sukses secara komersial, film-film MCU itu pun mendapat banyak pujian dari kritikus dan hanya mencatat rating terendah 66% di Rotten Tomatoes untuk THOR: THE DARK WORLD.

 

Memiliki basis fans yang sangat kuat, Marvel tinggal bebas memilih superhero mereka yang akan ditampilkan di layar lebar. Dan kini setelah penantian  panjang, salah satu anggota Avengers yakni Black Widow (Scarlett Johansson) siap untuk dibuatkan film solonya.

 

Karakter Natasha Romanoff itu sebetulnya sudah sering seliweran di beberapa film MCU mulai dari IRON MAN 2hingga AVENGERS: INFINITY WAR tahun 2018 nanti. Dan ComicBook melaporkan jika komikus yang merupakan otak di balik seluruh superhero Marvel, Stan Lee, memberikan isyarat soal adanya film solo Widow.

 

Kemungkinan itu diungkapkan Lee saat hadir di sebuah panel Supanova Comic Con di Brisbane, Queensland, Australia hari Sabtu (11/11) lalu. “Suatu hari nanti akan ada film Black Widow,” ungkap Lee. Senada dengan Lee, sutradara THOR: RAGNAROK yakni Taika Waititi pun menyebut kemungkinan pengembangan karakter Widow dalam film tunggal, “Saya ingin melihat Widow sebagai sesuatu yang gila dan sedikit lebih lucu dari apa yang kita harapkan. Sejarah Natasha sangat kelam, tapi apa versi lucu dari itu? Apa versi yang lebih menghibur dari itu? Saya akan benar-benar melakukan hal tidak terduga untuk itu,” jelas Waititi, seperti dikutip CNN Indonesia.

 

Proyek Film Solo Black Widow Sudah Sejak 2012

 

Jika memang Black Widow benar-benar akan dibuatkan filmnya sendiri, maka ini bakal menjadi sebuah perjalanan domino qiu qiu yang amat sangat panjang. Karena rencana itu sudah berhembus sejak tahun 2012. Bahkan keinginan agar Black Widow bisa memiliki film sendiri diungkapkan langsung oleh Scarlett yang memang begitu gemilang menjadi sosok mata-mata yang seksi dan sangat tangguh itu.

 

Melihat penampilan Scarlett, CEO Marvel yakni Kevin Feige pun mulai setuju, “Kupikir orang-orang akan terkejut melihat kuatnya Scarlett dalam film THE AVENGERS dan bagaimana karakter itu berevolusi. Kami telah berencana untuk membuat penampilan Widow selanjutnya dan ke mana membawa karakter itu. Namun kami masih belum tahu kapan film solo Widow akan diproduksi.” ungkapnya kepada Movie Line.

 

Masa Lalu Black Widow Bakal Digali

 

Hanya saja belum ada kepastian jadwal rilis, sutradara hingga plot cerita seolah membuat kisah Black Widow terkatung-katung. Disney-Marvel juga lebih fokus membuat sekuel dari Iron Man, Captain America atau Thor yang dianggap lebih menguntungkan. Bahkan film solo Black Widow dianggap ‘kurang begitu penting’ jika dibandingkan dengan Guardian of the Galaxy, Doctor Strange hingga Black Panther yang malah sudah memiliki filmnya sendiri.

 

Meskipun begitu dalam wawancaranya kepada Total Film, Feige sempat menyebut kalau film Black Widow akan mengambil momen masa lalu Natasha sebelum jadi agen S.H.I.E.L.D. “Kami mempelajari masa lalu Natasha dan mencari lebih dalam perihal darimana dia berasal dan bagaimana dia bisa jadi seperti itu. Gagasan untuk mengeksplorasi lebih jauh di dalam film tentangnya akan luar biasa dan kami punya beberapa tugas untuk membangunnya. Akan ada sembilan film lanjutan hingga akhir 2019. Saat ini salah satu tim kreatif kami sangat berkomitmen mengembangkan film Black Widow.”

 

Tunisia-Maroko Sukses Rebut Tiket Piala Dunia 2018

Melengkapi Nigeria, Mesir dan Senegal, benua Afrika akhirnya sudah memiliki dua wakil lagi di ajang Piala Dunia Rusia 2018. Dua negara yang memastikan tiket ini adalah nama lama yang kembali muncul yakni Tunisia dan Maroko. Maroko berhasil meraih kemenangan setelah mempermalukan tuan rumah Pantai Gading dengan skor 2-0 di laga terakhir Grup C yang dilangsungkan di stadion Felix Houphouet-Boigny hari Minggu (12/11) dini hari tadi.

 

Kemenangan ini membuat Maroko menjadi juara Grup C yang mengoleksi 12 poin dari enam laga dan unggul empat angka dari Pantai Gading. Raihan ini mengakhiri penantian panjang Maroko yang harus 20 tahun absen dari Piala Dunia. Mereka terakhir kali berlaga di Piala Dunia Prancis 1998, seperti dilansir Bolasport.

 

Di saat yang sama, Tunisia juga mengamankan tiket sebagai juara Grup A. Tunisia sendiri bermain poker uang asli imbang tanpa gol saat menjamu Libya di kandang mereka, Stade Olympique de Rades. Seperti Maroko, Tunisia memang harus absen selama 12 tahun lamanya. Di mana terakhir kali Tunisia tampil di Piala Dunia Jerman 2006 dan tidak lolos ke Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Piala Dunia Brasil 2014.

 

Tersisa 6 Tiket Piala Dunia 2018

Kembalinya Tunisia dan Maroko ke turnamen supremasi tertinggi sepakbola dunia memang cukup melegakan. Mereka berdua akhirnya melengkapi 26 tim yang sejauh ini sudah lolos. Tim-tim yang lolos adalah Iran, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi (Asia), Nigeria, Mesir, Senegal, Maroko, Tunisia (Afrika), Kosta Rika, Panama, Meksiko (Amerika Utara), Brasil, Uruguay, Argentina, Kolombia (Amerika Selatan) dan Rusia, Belgia, Jerman, Inggris, Spanyol, Polandia, Islandia, Serbia, Portugal, Prancis (Eropa).

 

Dengan hasil ini maka tinggal tersisa enam tiket lagi ke Piala Dunia 2018. Di mana empat tiket akan diperebutkan di benua Eropa antara Swedia, Italia, Denmark, Republik Irlandia, Kroasia, Yunani, Irlandia Utara dan Swiss. Sementara dua tiket lain akan keluar dalam play-off antar benua lewat duel Selandia Baru melawan Peru dan Australia versus Honduras, seperti dilansir Kompas.

 

Sejauh ini ada empat tim besar yang harus terpaksa absen dari Piala Dunia 2018. Mereka adalah timnas Belanda yang meski menang 2-0 atas Swedia tetap saja gagal. Bahkan hal ini membuat Arjen Robben langsung memutuskan pensiun. Menyusul Belanda, ada Wales yang juga gagal usai dikalahkan Republik Irlandia pada awal Oktober lalu.

 

Dari zona Concacaf, Amerika Serikat untuk kali pertama sejak tahun 1986 harus absen dari Piala Dunia. Mereka kalah 1-2 dari Trininad-Tobago yang juga sama-sama gagal. Namun kehilangan besar lainnya juga disebabkan oleh wakil Amerika Latin yakni Chile yang dipastikan tak lanjut ke Rusia. Hanya butuh hasil imbang lawan Brasil, Chile malah kalah 0-3 pada 10 Oktober 2017 silam.

 

Negara Ini Selalu Menang Kandang Selama 17 Tahun

Dari daftar 26 negara yang lolos sejauh ini, ada satu tim yang tidak pernah absen sejak Piala Dunia bergulir tahun 1930 yakni Brasil. Bahkan untuk tahun 2018, Brasil masuk dalam daftar calon juara. Untuk tahun 2018 pula ada dua negara debutan yang tampil kali pertama yakni Panama dan Islandia.

 

Namun jika berbicara mengenai negara yang selalu meraih kemenangan kandang di babak kualifikasi maka Nigeria akan muncul. Ya, perwakilan benua Eropa ini selalu menyapu bersih laga sebagai tuan rumah sejak kualifikasi Piala Dunia 2000.

Kecelakaan, Lewis Hamilton Mulai GP Brasil di Posisi Paling Belakang

Telah mengunci gelar juara dunia Formula 1 (F1) musim 2017 sepertinya bukan jaminan Lewis Hamilton melenggang mulus di GP Brasil. Bahkan nasib pria kelahiran Inggris ini sangat muram ketika memulai balapan di sirkuit Interlagos, Sao Paulo hari Minggu (12/11) ini. Penyebabnya adalah karena Hamilton harus memulai start di posisi paling belakang.

 

Dalam sesi kualifikasi yang dilangsungkan hari Sabtu (11/11) kemarin, Hamilton mengalami kecelakaan dalam lap pertamanya di Q1. Dilaporkan jika mobil pebalap Mercedes ini menabrak pembatas di tikungan keenam. Beruntung, insiden itu tidak berdampak buruk pada kondisi Hamilton. Hanya saja karena tak punya catatan waktu, Hamilton harus rela start paling buncit, seperti dilansir Detik Sport.

 

Tak adanya Hamilton rupanya membuat sesi Q3 diwarnai persaingan ketat antara rekan satu tim Hamilton, Valtteri Bottas dan rival Hamilton dalam perebutan juara dunia, Sebastian Vettel. Hanya saja Vettel harus puas untuk memulai balapan di posisi kedua. Posisi tiga besar terakhir dimiliki oleh rekan satu tim Vettel di Ferrari, Kimi Raikkonen. Pasangan Ferrari itu diikuti pasangan Red Bull yakni Max Verstappen dan Daniel Ricciardo.

 

Valtteri Bottas Tercepat Sejak Latihan Bebas

Mercedes memang boleh saja dianggap sebagai tim F1 paling bersinar dalam beberapa tahun terakhir. Namun perbedaan nasib dua pebalapnya di GP Brasil jelas membuat mereka harus berbenah. Jika Bottas start di posisi terdepan, Hamilton justru harus ada di posisi paling buncit, Hasil ini tentu jauh berbeda dengan apa yang tersaji dalam sesi latihan bebas ketiga.

 

Dalam sesi latihan bebas ketiga itu, dynamic duo Mercedes ini berhasil berkuasa di peringkat domino qiu qiu pertama dan kedua. Di mana Bottas mampu menjadi kampiun dengan catatan waktu satu menit 9,281 detik dalam 24 putaran. Berada tepat di belakangnya adalah sang juara dunia empat kali, Hamilton yang melaju 0,003 detik lebih lambat daripada Bottas. Bottas membuktikan kalau dirinya memang bisa jadi pesaing cukup kuat Hamilton dalam balapan musim mendatang.

 

Posisi ketiga dan keempat dalam sesi latihan bebas ketiga ditempati dua pebalap Ferrari yaitu Raikkonen dan Vettel sementara pelengkap lima besar adalah Ricciardo. Perubahan jelas terjadi karena Verstappen dalam sesi latihan bebas ketiga ada di peringkat kesembilan sebelum akhirnya merangsek ke empat besar saat kualifikasi. Tentu ini adalah hasil memuaskan bagi pebalap berusia 20 tahun itu.

 

Gaya Balapan Hamilton Yang Makin Dewasa

Sejatinya apapun hasil dalam GP Brasil tidaklah memberi pengaruh karena Hamilton sudah pasti menjadi juara dunia. Ya, pebalap berusia 32 tahun itu mengunci gelar juara dunia di GP Meksiko, dua pekan lalu. Bahkan hasil itu diperoleh Hamilton meskipun dirinya harus tercecer dari lima besar saat finish GP Meksiko.

 

Perubahan gaya balap Hamilton di musim 2017 yang semakin dewasa dianggap sebagai kunci sukses kemenangan dirinya meraih gelar untuk kali keempat. Dengan statusnya yang kini sudah sejajar dengan Vettel, pujian justru diberikan oleh sang pesaing. “Secara keseluruhan, Hamilton memang pria yang lebih baik. Dia bekerja lebih bagus dan gaya balapannya makin dewasa. Dia sudah berubah ke arah yang makin positif,” papar Vettel seperti dilansir Viva.

 

Kendati harus mengaku kalah telak dari Hamilton yakni selisih 56 angka di klasemen pebalap, Vettel semakin tak sabar untuk memulai musim 2018 dan bersaing lagi. “Saya tidak takut dengannya. Justru saya senang bersaing dengan dia. Musim depan akan menjadi cerita berbeda. Kami memulai semuanya dari awal, meskipun memang pujian layak diberikan untuk Hamilton musim ini.”

 

Dipanggil Masuk Timnas, Spasojevic Tak Sabar Nyanyi Indonesia Raya

Hari Rabu, 25 Oktober 2017 kemarin adalah momen paling penting bagi hidup seorang Ilija Spasojevic. Striker kebanggaan Bhayangkara FC yang akrab disapa Spaso itu akhirnya resmi sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Melihat rekam jejak Spaso di sepakbola Indonesia, harapan agar dia memperkuat skuad Timnas Indonesia memang begitu tinggi.

 

Dalam laga pekan ke-32 Liga 1 di stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi pada 27 Oktober 2017, Spaso pun memperlihatkan kepuasannya menjadi WNI. Kala itu Bhayangkara FC berhasil menggulung Persela Lamongan dengan skor 3-1 di mana Spaso berhasil mencetak gol pertama.

 

Usai melesakkan gol itu, Spaso langsung melakukan selebrasi dengan menghormati bendera merah putih. “Saya sangat senang dapat mencetak gol pada laga perdana saya sebagai WNI. Kalian lihat tadi kan? Saya hormat di depan bendera merah putih,” papar Spaso seperti dilansir Kompas. Gol ini menjadi gol ke delapan Spaso sejak bergabung di Bhayangkara FC pada putaran kedua Liga 1 musim 2017.

 

Ingin Nyanyikan Indonesia Raya

 

Perjalanan karier Spaso sebagai pemain sepakbola di Tanah Air bermula pada tahun 2011 silam. Kala itu pria berusia 30 tahun asal Montenegro ini tergabung dalam tim peserta Liga Primer Indonesia (LPI), Bali Devata. 14 kali tampil dengan Bali Devata, Spaso berhasil mencetak 10 gol. Cuma bergabung satu musim, Spaso pun pindah ke PSM Makassar.

 

Dua musim bersama PSM, Spaso berhasil memberikan 19 gol dari 29 penampilannya. Lanjut pindah ke Mitra Kukar dan Putra Samarinda, Spaso pun mencetak puluhan gol. Dan pada Piala Presiden 2015, Spaso bergabung ke Persib Bandung yang membuatnya menjadi salah satu ujung tombak. Ketika pesepakbolaan Indonesia tengah gonjang-ganjing tahun 2016, Spaso memilih hijrah ke Malaysia dan bergabung 1,5 tahun bersama Melaka United. Di Negeri Jiran Spaso berhasil mencetak 30 gol dalam 35 laga.

 

Hingga akhirnya di putaran kedua Liga 1 musim 2017, Spaso kembali ke Indonesia. Jika ditotal, keseluruhan Spaso bermain di Indonesia dalam kurun waktu enam tahun terakhir, dirinya sudah mencetak 65 gol. Prestasinya itu akhirnya membuat banyak orang menduga jika pelatih Timnas Indonesia senior, Luis Milla, akan memanggil Spaso ke skuad Garuda. Apalagi Timnas dijadwalkan bakal melawan Guyuna (25/11). Bak gayung bersambut, Milla rupanya memanggil lima pemain togel singapura Bhayangkara FC untuk memperkuat Timnas U-23 dan senior di mana Spaso masuk.

 

Kabar pemanggilan dirinya itu rupanya membuat Spaso senang. “Saya sudah hafal lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Saya akan menyanyikan Indonesia Raya untuk pertama kalinya saat bertanding. “

 

Demi Indonesia, Spaso Tolak Panggilan Montenegro

 

Keinginan besar Spaso untuk menjadi WNI rupanya membuatnya harus menolak panggilan dari  Federasi Sepak Bola Montenegro. Pemanggilan itu terjadi pada tahun 2016, “Mereka bilang bahwa saya masuk rencana timnas Montenegro dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018. Saya jelaskan dengan baik kepada mereka bahwa saya menunggu panggilan Indonesia. Masa depan saya berada di sini dan mereka menerima dengan baik.”

 

Dari penelusuran, Spaso rupanya memang pernah masuk dalam skuad negara pecahan Yugoslavia itu sebelum resmi jadi WNI. Kompas melaporkan jika Spaso pernah menjadi bagian dari timnas Yugoslavia U-17, Serbia Montenegro U-19 dan Montenegro U-21. Timnas Montenegro sendiri gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 karena hanya menempati posisi ketiga Grup C di bawah Polandia dan Denmark.